Rabu, 20 Juni 2012

MENINGGIKAN BADAN SECARA ALAMI -- UNTUK USIA DIBAWAH 27 TAHUN

Terkadang kita merasa malu dengan postur yang pendek atau kurang tinggi,bahkan terkadang minder gak pede dengan penampilan kita tang tingginya kurang.Tapi apakah ANda Semua tau ,Bagaimana Cara meninggikan Badan Secara Alami dan Cepat sekitar 5 sampai 10 cm dalam 3 bulan? Sebelum kita berbicara mengenai cara meninggikan badan, kita harus tau faktor -faktor apa saja yang mengakibatkan tinggi badan kita jadi kurang. Orang asia , terutama orang indonesia .hampir 70 % tingginya kurang dari 160. itupun kurang ideal buat tinggi badan seorang cowok.dan perempuan-perempuan Asia terutama Indonesia,kebanyakan tinggi badannya sekitar 145cm – 155 cm.

bener-bener tinggi yang kurang ideal bahkan sangat-sangat kurang. Nah ini semua ada penyebabnya yaitu karena Cewek Indonesia kebanyakan Malas and gak suka olahraga. Dan sebagian kecil saja, Cewek Indonesia menykai Olahraga.Trus yang berikutnya Penyebab Badan kita kurang tinggi yaitu Faktor keturunan. Faktor ini yang menyebabkan badan kita kurang tinggi.Untuk mengatasi semuanya saya akan membagikan and memberi tips yang aman dan alami Cara Meninggikan Badan Secara Alami,yaitu kita harus olahraga yang teratur.olahraga nya yaitu meliputi:
1. Lari-Lari Rutin Setiap hari, usahakan 20 Menit sempatkan Jogging atau lari-lari kecil.
2. Setelah lari-lari dan badan kita sudah pemanasan, lanjutkan langsung ke langkah berikutnya yaitu dengan cara push up and sit up secukupnya.
3. Bergelantungan. gantungkan tangan anda di atas pintu, Lalu uasahkan angkat badan anda minimal 3X untuk permulaan, dan selanjutnya meningkat dan meningkat menjadi 30.Dan lalukan setiap hari rutin.
4. Minumlah Air 8 Gelas Sehari, agar badan kita tetep sehat karena setiap hari badan kita mengeluarkan keringat. Dan apabila mempunyai uang lebih,sesekali minumlah susu, vitamin, dan minuman ber-ion. Fungsinya yaitu : (menambah daya tahan tubuh kita agar tetep sehat )
5. STOP Merokok dan MINUM Air ES..karena akan mempengaruhi daya tahan tubuh anda dan membuatperut anda menjadi buncit.
6. Istirahat yang teratur dan jangan banyak begadang.
7. Berenang.
8.Loncat Tali.
1. Tahan gerakan 5-30 detik, setelah itu istirahat 5-30 detik juga.

2. Tahan gerakan 10-20 detik, setelah itu istirahat 10-20 detik juga.

3. Tahan gerakan 3-8 detik, setelah itu istirahat 3-8 detik juga.

4. Tahan gerakan 6-15 detik, setelah itu istirahat 6-15 detik juga.

5. Tahan gerakan 3-10 detik, setelah itu istirahat 3-10 detik juga.

6. Tahan gerakan 8-20 detik, setelah itu istirahat 8-20 detik juga.

7. Tahan gerakan 4-8 detik, setelah itu istirahat 4-8 detik juga.

8. Tahan gerakan 5-15 detik, setelah itu istirahat 5-15 detik juga.

9. Tahan gerakan 4-7 detik, setelah itu istirahat 4-7 detik juga.

10. tahan gerakan 4-8 detik, setelah itu istirahat 4-8 detik juga.

11. Tahan gerakan 4-6 detik, setelah itu istirahat 4-6 detik juga.

12. Tahan gerakan 2-4 detik, setelah itu istirahat 2-4 detik juga.

13. Tahan gerakan 3-5 detik, setelah itu istirahat 3-5 detik juga.

14. Tahan gerakan 3-5 detik, setelah itu istirahat 3-5 detik juga.

15. Tahan gerakan 2-3 detik, setelah itu istirahat 2-3 detik juga.

16. Tahan gerakan 3-4 detik, setelah itu istirahat 3-4 detik juga.

17. Tahan gerakan 3 detik, setelah itu istirahat 3 detik juga.

18. Tahan gerakan 3 detik, setelah itu istirahat 3 detik juga.

19. Tahan gerakan 5 detik, setelah itu istirahat 5 detik juga.

20. Tahan gerakan 4-5 detik, setelah itu istirahat 4-5 detik juga.

21. Tahan gerakan 4-5 detik, setelah itu istirahat 4-5 detik juga.

22. Tahan gerakan 6-8 detik, setelah itu istirahat 6-8 detik juga.

23. Tahan gerakan 5 detik, setelah itu istirahat 5 detik juga

24. Tahan gerakan 4-6 detik, setelah itu istirahat 4-6 detik juga.

25. Tahan gerakan 10-15 detik, setelah itu istirahat 10-15 detik juga.

26. Tahan gerakan 6 detik, setelah itu istirahat 6 detik juga.

27. Tahan gerakan 4-7 detik, setelah itu istirahat 4-7 detik juga.

28. Tahan gerakan 8-15 detik, setelah itu istirahat 8-15 detik juga.

Setelah semua gerakan sudah anda lakukan, saya anjurkan anda segera istirahat selama 15-30 menit. Setelah itu lakukan Prosedur tambahan sebagai berikut:
1. Berenang: Berenanglah selama 20-30 menit. Renang memberi efek berkurangnya gaya gravitasi dan akan membuat sendi dan tulang anda melonggar, dan akan memaksimalkan pertumbuhan tulang anda juga.
2. Bergelantung: Bergelantunglah selama 10 detik untuk hari pertama, dan jika anda sudah terbiasa anda akan dapat bergelantungan selam 30 menit! Ini dapat memberi efek gravitasi yang menarik anda untuk memaksa tubuh anda untuk tumbuh.
3. Loncat Tali: Lakukan loncat tali sebanyak 500x loncatan.
4. Lari: Berlari santailah layaknya lari pagi sejauh 400-500 meter dalam sehari. Jika tidak kuat, dalam sehari anda dapat memisahkannya dalam 2x periode sehari.
5. Bersepeda: Bersepedalah selama 20 menit. Namun, atur jarak sadel dan pedal sepeda hingga anda bisa mengayuhnya dengan cara menjinjit
6. Pijat: Pijatlah bagian-bagian sendi untuk melancarkan peredaran darah.
7. Tidur: Tidur dapat benar-benar memaksimalkan pertumbuhan anda, karena Hormon Pertumbuhan akan bertambah dan terbentuk lebih maksimal jika anda tidur. Tidurlah minimal 8-12 jam sehari. Jika perlu, setiap waktu luang harus anda isi dengan tidur. Saya anjurkan tidur dalam posisi lurus dan tidak menghadap kekiri atau kekanan, dan juga pakailah bantal dengan ukuran kecil/pendek.
Nah itulah cara awal ,Bagaimana Cara meninggikan Badan Secara Alami untuk permulaan. Ingat, jika Anda ingin meninggikan badan Anda,anda perlu tahu berapa umur Anda sekarang.karena umur di atas 28 tahun bukanlah umur yang ideal atau cocok untuk meninggikan badan anda .Jadi kalo anda sudah berumur di atas 28 tahun ke atas,kemungkinan besar prtumbuhan ke samping atau melebar.bukan malah ke atas atau tinggi. Lalu yang kedua jika Anda masih muda,usahakan olahraga tersebut lakukan secara Rutin Agar Cara Meninggikan Badan anda bisa sukses.

Sumber : Dari berbagai media

MEKAH -- ADALAH PUSAT PLANET BUMI

Neil Amstrong

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

tambahan darikami

Jawabannya ada di Al-Qur’an:

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu” (Q.S 13:2).

Keajaiban ka’bah
 

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
 
keajaiban ka’bah
 

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
 
Keajaiban ka’bah
 

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
 
Hajar Aswad
 

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Sabda Rasulullah:
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :
“Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam”

BERBAGAI JENIS PROPELLER ( BALING-BALING KAPAL )

1. Propeller Biasa

 
 fixed pitch propeller
 
Propeller dengan pitch tetap (fixed pitch propeller) Propeller dengan langkah tetap (fixed pitch propeller , FPP) biasa digunakan untuk kapal besar dengan rpm relatif rendah dan torsi yang dihasilkan tinggi, pemakaian bahan bakar lebih ekonomis, noise atau getaran minimal, dan ka-vitasi minimal, biasanya di desain secara indi-vidual sehingga memiliki karakteristik khusus untuk kapal tertentu akan memiliki nilai effisiensi optimum.

Propeller dengan pitch yang dapat diubah (controllable pitch propellers) Propeller dengan pitch yang dapat diubah-ubah, (controllable pitch propeller, CPP) merupakan baling-baling kapal dengan langkah daun pro-pellernya dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan misal untuk rpm rendah biasa digu-nakan pitch yang besar dan rpm tinggi digunakan pitch yang pendek, atau dapat digunakan untuk mendorong kedepan dan menarik kapal mundur ke belakang, sehingga hal ini dapat menciptakan pemakaian bahan bakar seefektif mungkin.
 
controllable pitch propellers

Propeller yang berpadu dengan rudder (Integra-ted propeller & rudder)
Propeller yang terintegrasi dengan rudder, IPR merupakan propeller yang hubnya dihubungkan dengan rudder, ini adalah pengembangan terbaru dari propulsi kapal. Kondisi ini menyebabkan arus air dari propeller yang melewati rudder akan memberikan peningkatan pengendalian dan pengaturan rudder, sehingga di peroleh penuru-nan pemakaian bahan bakar. (improved steering and control, and also reduces fuel consumption)

 
Integrated propeller & rudder

Propeller dengan bolt yang dapat diatur (adjustable bolted propeller).
Jenis propeller ABP, ini merupakan pengem-bangan FPP, dimana daun baling-balingnya dapat dibuat secara terpisah kemudian dipasang pada boss propeller dengnan baut, sehingga dapat distel pitchnya pada nilai optimum yang akan dicapai (allows the most efficient blade matching for optimum efficiency while simpli-fying the installation process), dengan pembua-tan daun secara terpisah ongkos pembuatan dapat ditekan (butuh satu cetakan/mold daun propeller) termasuk pengirimannya.

 
adjustable bolted propeller

 2. Azzimuth thrusters

Azimuth thruster digunakan untuk mempermudah kapal dalam manuver, dengan posisi alat penggerak berada di bagian atas sehingga memberi tempat yang lebih lapang untuk menempatkan penggerak utamanya, baik berupa motor diesel atau motor listrik. 

 
Azzimuth thrusters

3. Electrical pods

Penggunaan propulsi motor listrik mulai dari 5 sampai dengan 25 Mwatt, mengantikan penggunaan propeller dengan poros dan rudder konvensional. Teknologi Pod, memungkinkan untuk menenpatkan propeller pada daerah aliran air yang optimal (hydro-dynamically optimised). Pod propeller diadopsi dari Azimuth Propeller, dengan menempatkan electro motor di dalam pod diluar dari badan kapal.
 
Electrical pods
 
4. Tunnel thrusters

Propeller yang ditempatkan didalam terowongan ini biasa digunakan untuk tujuan manuver (Strens/Bow Thruster), sehingga mempermudah kapal untuk manuver terutama di pelabuhan.
  
Tunnel thrusters

5. Waterjets

Propulsi kapal menggunakan pompa yang me-ngisap air pada bagian depan dan mendorongnya kebagian belakang sehingga kapal dapat ber-gerak kedepan dengan prinsip momentum. Peng-gerak ini lebih effisein digunkan untuk kapal dengan kecepatan diatas 25 knots dengan power engine 50 KWatt sampai 36 MWAtt
 
Waterjets
 
6. Voith Scneider Propeller

Voith Schneider Propeller merupakan bentuk propulsi kapal dengan menggunakan daun ver-tikal yang diputar seperti disk, dimana setiap daun dapat menghasilkan daya dorong pada ka-pal. Sistem ini bekerja mirip pengendali langkah balig-baling helicopter (colective pitch control). Roda gigi dalam mekanisasi propulsi ini, saat berputar dapat merubah sudut serang dari tiap daun propeller (berbetuk hydrofoil) sehingga tiap daun baling-baling akan menghasilkan daya dorong (thrust) pada berbagai arah, menyebab-kan kapal tidak butuh rudder lagi.
 
 
Voith Scneider Propeller
 
 

SISTEM LAMPU NAVIGASI PADA KAPAL LAUT

Setiap kapal harus dilengkapi dengan system untuk memperlancar operasi dilaut. Salah satu regulasi yang mengatur ini adalah COLREGS. Regulasi ini mengatur pemasangan dan standar peralatan navigasi di kapal untuk mencegah terjadinya tubrukan antara dua kapal atau lebih.
  • Steering and sailing rules
Adalah aturan ketika kapal sedang beroperasi. Di dalamnya mencakup cara mendahului kapal lain, ketika berpapasan dengan kapal lain, ketika berada pada daerah dengan jarak pandang terbatas, cara –cara pemberian jalan untuk kapal lain, dan sebagainya.
  • Lights and shapes
  • Lights (penandaan pada malam hari) Untuk kapal L > 50 m
  • Jarak pandang masthead light 6 mil, dan untuk lampu lainya dengan jarak pandang 3 mil Untuk kapal 12 m < L < 50 m
  • Jarak pandang mast head light 5 mil, dan untuk lampu lainya dengan jarak pandang 2 mil Untuk pemasangan lampu navigasi pada kapal dijelaskan pada gambar berikut:
  •  Sidelight: merah untuk Ps dan hijau untuk SB Pemasangan lampu ini harus mencakup jarak pandang masing-masing 112.50 dari center line.
  •  All-round light: warna putih
Pemasangan lampu dapat terlihat dengan jangkauan 3600
  • Masthead lights: warna putih Pemasangan lampu dengan kemampuan penynaran menerus dengan sudut 2250
  • Shapes (penanda pada siang hari)
Tanda ini berupa ball, cone, diamond, cilynder, dan triangle. Pemasanganya dikombinasikan sehingga dapat diliat oleh kapal lain agar kondisi kapal dapat dimengerti oleh kapal lain.
 
Sound signal
 
Setiap kapal dilengkapi dengan bel dengan bunyi yang sangat keras yang digunakan untuk member tanda kepada kapal lain. Pemberian tanda ini berupa kode atau sandi yang telah ditetapkan standarnya secara internasional.
 
sumber : www.maritimeworld.web.id
 

JENIS-JENIS AWAN ( ILMU METEOROLOGI )

Pembentukan Awan

Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:

1. Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.

2. Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfir lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan
Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan


Awan tinggi

Bentuk awan tinggi antara 10.000 dan 25.000 kaki (3.000 dan 8.000 m) di daerah kutub , 16.500 dan 40.000 kaki (5.000 dan 12.000 m) di daerah beriklim sedang dan 20.000 dan 60.000 kaki (6.000 dan 18.000 m) di daerah tropis

Awan tengah

Awan Tengah cenderung terbentuk pada 6.500 kaki (2.000 m), tetapi dapat terbentuk pada ketinggian sampai 13.000 kaki (4.000 m), 23.000 kaki (7.000 m) atau 25.000 kaki (8.000 m), tergantung pada daerah. Umumnya lebih hangat iklim, semakin tinggi dasar awan. Nimbostratus awan kadang-kadang disertakan dengan awan menengah. [2] The World Meterological Organisasi mengklasifikasikan Nimbostratus sebagai awan menengah yang dapat mengentalkan ke dalam rentang ketinggian rendah selama hujan

Awan rendah

Ini ditemukan dari dekat permukaan hingga 6.500 kaki (2.000 m) dan termasuk Stratus genus. Ketika awan Stratus kontak dengan tanah, mereka disebut kabut , meskipun tidak semua bentuk kabut dari Stratus

Awan rendah tengah

Awan ini dapat didasarkan manapun dari permukaan dekat sekitar 10.000 kaki (3.000 m). Cumulus biasanya bentuk pada rentang ketinggian rendah tapi dasar akan naik ke bagian bawah kisaran menengah saat kondisi kelembaban relatif sangat rendah. Nimbostratus biasanya bentuk dari altostratus di tengah rentang ketinggian tapi dasar mungkin mereda ke kisaran rendah selama precipitaion. Kedua jenis awan dapat mencapai ketebalan yang signifikan dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai awan vertikal (Keluarga D), terutama di Eropa. Namun, cumulus biasa, menurut definisi, tidak sesuai dengan tingkat vertikal yang menjulang cumulus (kumulus congestus) atau paling cumulonimbus . Nimbostratus Sangat tebal dapat perkiraan cumulus menjulang, tetapi jatuh juga pendek tingkat vertikal awan cumulonimbus berkembang dengan baik


Jenis jenis awan

-Awan Commulus, yaitu awan yang bergumpal dan bentuk dasarnya horizontal
-Awan Stratus, yaitu awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata
-Awan Cirrus, yaitu awan yang berdiri sendiri, halus dan berserat, sering terdapat kristal es tetapi tak menimbulkan hujan

Awan-awan itu memiliki berbagai macam bentuk khas dan sifatnya sendiri-sendiri. Dalam golongan awan rendah ada yang bernama Comulonimbus yang diberi kode Internasional penerbangan Cb. Sifatnya adalah berada di ketinggian rendah, gumpalan sangat besar, dan umumnya berwarna gelap. Cb sangat berbahaya karena mengandung arus listrik dan disertai golakan udara yang dahsyat. Para pilot sangat menghindari karena fatal akibatnya bila pesawat terbang masuk ke dalam awan Cb. Selain itu dalam golongan awan rendah ada yang bernama Cumulus (Cu), Stratus (St), dan Stratocumulus (Sc). Cu umumnya terlihat sebagai tumpukan kapuk di angkasa. Jumlahnya tidak tetap, kadang tebal, tapi lebih sering kecil dan tipis. Sedang St letaknya lebih tinggi dari Cu warnanya agak kecoklatan dan cenderung tipis. Sc yang paling tinggi berbentuk ombak dan kadang dalam bentuk kecil-kecil. Ada tiga jenis yang termasuk awan medium yaitu Nimbostratus (Ns), Altostratus (As), dan Altocumulus (Ac). Ns adalah awan tebal dengan warna gelap dan seringkali mengandung air hujan atau salju. Diatasnya adalah awan As yang berbentuk tidak stabil, kadang tebal gelap, kadang tipis cerah. Sementara Ac berwarna kecoklatan dan cenderung tipis karena kecendrungan awan, makin tinggi maka makin tipis.Tiga jenis awan tinggi, yaitu Cirrostratus(Cs), Cirrocumulus (Cc), dan awan paling tinggi dari semua awan yaitu awan Cirrus (Cs). Berbentuk tipis, putih, dan mengandung partikel es. Partikel inilah yang menyebabkan efek optik bila terkena sinar matahari.

Bentuk-bentuk Awan

Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya. Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu, yang berlapis-lapis dalam bahasa latin disebut stratus, yang bentuknya berserat-serat disebut cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus (ejaan Indonesia: stratus, sirus, dan kumulus). Di daerah rendah (kurang dari 3.000 m) yang terendah, awan stratus menutupi puncak gunung yang tidak terlalu tinggi. Di daerah rendah tengah, awan berbentuk strato-kumulus, dan yang dekat ketinggian 3.000 m awan berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal di daerah rendah disebut kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan terjadinya guruh dan petir.
Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya. Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegunungan Jaya Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju. Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan alto-sirus.

Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti asap.

1. Awan Cirrue adalah awan putih terpisah-pisah seperti benang halus atau pecah-pecah atau jalur-jalur sempit atau mata pancing atau bulu ayam atau serabut yang berwarna putih keperak-perakan.

2. Awan Cirro Cumulus adalah awan tipis putih terpisah-pisahseperti biji-bijian, sisik ikan, bulu domba yang tipis yang berwarna putih bersih.

3. Awan Cirro Stratus adalah awan yang transparan dengan puncak seperti serabut halus menutupi sebagian atau seluruhnya dari langit dengan warna keputih-putihan. Awan ini umumnya menimbulkan phenomena lingkaran putih disekeliling bulan atau matahari.

4. Awan Alto Cumulus adalah awan yang seperti bulu domba atau sisik ikan tetapi agak melebar 10 s/d 50 dengan warna putih bersih, atau abu-abu atau campuran dari dua-duanya.

5. Awan Alto Stratus adalah awan yang seperti lembaranlembaranatau lapisan-lapisan jalur yang berwarna abu-abu atau kebiru-biruan. Jenis awan ini sering menimbulkan hujan merata.

6. Awan Nimbo Stratus adalah awan yang seperti lembaran-lembaran atau lapisan-lapisan yang tebal, dengan warna abu-abu dan gelap. Jenis awan ini sering menimbulkan hujan lebat,matahari akan tertutup oleh jenis awan ini.

7. Awan Stratus adalah awan yang berlapis-lapis tipis denganwarna abu-abu dengan dasar hampir serba sama, dapat menimbulkan hujan es.

8. Awan Strato Cumulus adalah awan yang berlapis-lapisa tebal agak gelap, berwarna abu-abu atau putih atau campuran dari kedua-duanya, mempunyai lebar lebih dari 50.

9. Awan Cumulus adalah awan yang terpisah-pisah umumnya padat dengan batas yang jelas, berbentuk seperti bukit-bukit ,menari-menari dan bagian atasnya berbentuk seperti bunga kool.

10. Awan Cumulus Nimbus adalah awan yang besar, padat dan meluas puncaknya menyerupai gunung atau menara yangbesar atau seperti cengger ayam dengan warna gelap.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Olah Gerak Suatu Kapal


Kemampuan Olah Gerak kapal akan dipengaruhi oleh faktor dari DALAM dan faktor dari LUAR. Terlebih dulu di bab ini akan di uraikan tentang Faktor Luar, yang berkaitan dengan keadaan laut dan perairan dimana kapal berada, kemudian faktor dari faktor tetap dan tidak tetap.

Untuk mengetahui kemampuan olah gerak (Maneovering Ability) maka harus dipahami terlebih dahulu tentang faktor apa saja yang mempengaruhinya. Pada Maneovering Trials Suatu kapal, dibuat data – data tentang karakter olah geraknya pada macam – macam situasi pemuatannya. Misalnya pada saat kapal kosong, penuh atau sebagian terisi muatan antara lain data tentang Turning Circle, Zigzag Manoevoring, Crash Stop dll.
  • Manoeuvering Characteristic kapal, adakalanya dipasang di anjungan berbentuk gambar, sehingga memudahkan sewaktu – waktu diperlukan, misalnya oleh pandu sebelum olah geraknya maupun para perwiranya.
  •  
  • Pengaruh keadaan laut dan perairan ikut menunjang keberhasilan olah gerak, walaupun kadang – kadang diperlukan bantuan kapal pandu jika kapal sulit untuk melakukan sendiri.
  • Faktor manusia, olah gerak sangat menarik untuk di pelajari, oleh karena itu pengaruh manusia sangan menunjang.
Dalam hal ini olah gerak memerlukan pengalaman dan pengetahuan teori yang memadai. Seperti banyak terjadi pada beberapa kecelakaan kapal yang terjadi, banyak di sebabkan oleh faktor Cuaca dan Peralatan yang kurang memadai serta manusianya.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
  1. Faktor dari Luar : Disini dimaksudkan sebagai faktor yang datangnya dari luar kapal, mencangkup dua hal penting yaitu keadaan laut dan keadaan perairan. Hal ini perlu dipehami mengingat keterbatasan kemampuan kapal menghadapi cuaca dan perairan maupun laut yang berbeda – beda, serta gerakan kapal di air juga memerlukan ruang gerak yang cukup.
  • Keadaan Laut .
Pengaruh Angin : Angin sangat mempengaruhi olah gerak, terutama di tempat – tempat yang sempit dan sulit dalam keadaan kapal yang kosong, walauoun pada situasi tertentu angin dapat di pergunakan untuk mempercepat olah gerak kapal.
  • Pengaruh Laut .
Dibedakan menjadi 3 yaitu, Jika kapal mendapat ombak :
1). Dari Depan, 
2). Dari Belakang, 
3). Dari Bawah.

1). OMBAH DARI DEPAN

Karena satabilitas kapal mengasilkan GML yang cukup besar, maka pada waktu mengangguk, umumnya kapal cenderung mengangguk lebih cepat dari pada periode mengoleng. Bila ombak dari depan dan kapal mempunyai kecepatan konstan maka T kapal lebih besar T ombak.

2). OMBAK DARI BELAKANG

kapal menjadi sulit dikemudikan, haluan merewang bagi kapal yang dilengkapi kemudi Otomatis, penyimpangan kemudi yang besar dapat merusak sistemnya. Dan kemudi rusak atas hantaman ombak.

3). OMBAK DARI BAWAH

kapal akan mengoleng, pada kemiringan kapal yang besar dapat membahayakan stabilitas kapal. Olengan ini makin membesar, jika terjadi Sinkronisasi antara periode olengan kapal dengan periode olengan semu, kemungkinan kapal terbalik dan tenggelam.

PERIODE OLENGAN KAPAL adalah lamanya olengan yang dijalani kapal, dihitung dari posisi tegak, olengan terbesar kiri / kanan , kembali tegak, olengan terbesar di sisi kanan / kiri dan kembali keposisi tegak.

PERIODE GELOMBANG SEMU adalah waktu yang diperlukan untuk menjalani satu kali panjang gelombang, dari puncak gelombang ke puncak gelombang berikut.
Pada kapal berlayardalam ombak, sebaiknya kecepatan kapal dikurangi, haluan dibuat sedemikian rupa sehingga ombak datang dari arah diantara haluan dan arah melintang kapal. Secara khusus olah gerak kapal menghadapi Cuaca buruk.
  • Pengaruh Arus .
Arus adalah gerakan air dengan arah dan kecepatan tertentu, menuju kesuatau tempat tertentu pula. Dikenal arus tetap dan arus tidak tetap, arah arus ditentukan “KE” dan angin “DARI” misalnya arus Timur bebrarti arus “ke” Timur.
Rimban yang disebabkan oleh arus tergantung dari arah dan kekuatan arus dengan arah dan kecepatan kapal. Semua benda yang terapung dipermukaan arus dan didalmnya, praktis akan bergerak dengan arah dan kekuatan arus tersebut.
Diperairan bebas umumnya arus akan menghanyutkan kapal, sedangkan diperairan sempit atau tempat – tempat tertentu arus akan memutar kapal. Pengaruh arus terhadap olah gerak kapal sama sedangan pengaruh angin.
  • Keadaan Perairan .
Pengaruh perairan dangkal dan sempit :

Pengertian dangkal dan sempit disini sangat relatif sifatnya, tergantung dalam dan lebarnya perairan dengan sarat dan lebar kapal itu.

Pada perairan sempit, jika lunas kapal berada terlalu dekat dengan dasar perairan maka akan terjadi ombak haluan / buritan serta penurunan permukaan air diantara haluan dan buritan di sisi kiri / kanan kapal serta arus bolak – balik. Hal ini disebabkan karena pada waktu baling – baling bawah bergerak ke atas terjadi pengisapan air yang membuat lunas kapal mendekati dasar perairan, terutama jika kapal berlayar dengan kecepatan tinggi, maka kapal akan terasa menyentak – nyentak dan dapat menyebabkan kemungkinan menyentuh dasar perairan. Gejala penurunan tekanan antara dasar laut dengan lunas kapal berbanding terbalik dengan dengan kwadrat kecepatannya.

sourch : http://nautika-kapal.blogspot.com

Bagaimana Cara Shalatnya Para Pelaut?

Ust. Abu Muawiah

 

Tanya:

Assalamu’alaikum. Hayyakumullah ya ustadz. Ana mau tanya. Saudara ana ada yg bekerja (dan tinggal) di kapal pesiar. Sekali berangkat biasanya 8-10 bulan lalu libur 1-2 bulan di indonesia kemudian berangkat lagi. Kapal tsb senantiasa berlayar dr satu tempat ke tempat yg lain di luar negeri. Apakah yg demikian termasuk safar? Apakah sholatnya di-qoshor atau tidak? Lalu bagaimana sholatnya ketika sedang libur di indonesia? Ana mohon jawabannya dikarenakan sholat merupakan hal yg sangat penting dlm agama ini. Jazakumullah khoiron wa baroka fikum


Jawab:

Waalaikumussalam warahmatullah wahayyakumullah.
Ya, dalam keadaan seperti itu dia dianggap sebagai musafir, sehingga berlaku baginya hukum-hukum musafir, seperti: Boleh menjama’ shalat dan wajib mengqashar shalat, itu kalau dia sedang shalat sendirian. Adapun jika dia shalat sebagai makmum maka dia wajib mengikuti imamnya dalam jumlah rakaatnya.

Demikian pula kewajiban shalat jumat gugur darinya, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah tinggal di Makkah selama 19 hari (2 pekan lebih) dan tidak ada riwayat yang menyatakan beliau shalat jumat. Karenanya shalat jumat tidak diwajibkan bagi musafir.
Adapun shalatnya ketika di Indonesia maka kembali seperti semula karena dia sudah tidak dalam keadaan safar. Tidak boleh menjama’, tidak boleh mengqashar, dan wajib menghadiri shalat jumat.
Dia juga boleh tidak berpuasa di bulan ramadhan sebagai keringanan dari syariat, akan tapi dia wajib menggantinya di bulan lain yang dia sanggupi.
Wallahu a’lam bishshawab.

Sumber : http://al-atsariyyah.com/shalatnya-para-pelaut.html


Mengenal Sextant Sebagai Alat Navigasi di Kapal

Pengertian

Alat navigasi di laut yang digunakan untuk mengukur ketinggian benda-benda langit di atas cakrawala agar dapat menentukan posisi kapal. Sextant pada umumnya berbentuk segitiga dimana salah satu kakinya berupa busur.

Dibawah ini merupakan gambar sextant serta bagian – bagiannya



Pada dasarnya sextant terdiri dari sebuah teleskop, cermin separuh yang dilapisi perak dan sebuah lengan ayun yang memiliki cermin indeks.Untuk menentukan keakuratan suatu sextant maka dilakukan pengaturan oleh sekrup pada mikrometernya. Nilai yang terdapat pada bagian kaki sextant adalah dari 0 sampai dengan 60 derajat.





Prinsip Kerja Sextant





1. Sudut datang sama dengan sudut pantulan, maksudnya cahaya yang datang akan dipantulkan dengan sudut yang sama pada cermin datar.

2. Sudut antara cahaya datang dengan sudut pantulan terakhir adalah sama dengan dua kali sudut yang ada diantara kedua cermin, hal ini terjadi bila cahaya dipantulkan dua kali pada bidang datar yang sama oleh dua buah cermin.

Perhitungan Ketinggian Benda LangitUntuk memperoleh hasil pengukuran tinggi benda langit dalam menghitung posisi pengamat harus dilakukan pengkoreksian supaya untuk memperoleh sudut ketinggian yang sesungguhnya.Terdapat beberapa hasil pengukuran tinggi benda langit diatas visible horizon yaitu :

1. Observer Visible Horizon, merupakan cakrawala yang terlihat dari mata pengamat dilaut dimana seorang pengamat berada pada ketinggian mata 30 kaki diatas permukaan laut yang memiliki jarak 6.5 mil.

2. Sensible Horizon, Dimana ketinggian mata pengamat dan tegak lurus terhadap garis maya vertikal pengamat.

3. Rational Horizon, merupakan bidang paralel dengan sensible horizon dan tegak lurus terhadap garis maya yang ditarik dari pusat bumi menuju posisi pengamat.

4. Dip, sudut yang dibentuk antara visible horizon dengan sensible horizon. Dip mempunyai besaran yang merupakan penyesuaian pada posisi ketinggian mata dari permukaan air laut.

5. Sextant Altitude , adalah ketinggian suatu benda angkasa yang diukur dengan sextant oleh pengamat, besar sudutnya dibentuk antara visible horizon dengan benda angkasa

6. Observed Altitude, Sextant Altitude yang telah dilakukan pengkoreksian terhadap kemungkinan adanya index error

Pada saat melakukan pengukuran ada kemungkinan kesalahan utama yang terjadi dalam pada sextant, tetapi hal itu dapat dikoreksi. Kesalahan yang sering terjadi pada sextant yaitu :

1. Side Error, merupakan kesalahan yang disebabkan oleh ”horizon glass” tidak benar-benar tegak lurus dengan bidang datar sextant tersebut. Bila posisi ”horizon glass” tegak lurus , maka obyek dan refleksinya akan berada pada satu garis lurus. Untuk mendeteksinya maka posisikan lengan ayun pada titik 0 dan pegang sextant secara miring, selain juga cara lain mendeteksi kesalahan tersebut adalah dengan memutar tuas micrometer secara maju mundurdisekitar angka 0 derajat sambil melihat pada benda angkasa.

2. Perpendicularity, kesalahan ini terjadi pada bagian ”index glass/mirror” tidak benar-benar tegak lurus dengan bidang datar sextant tersebut. Kesalahan ini dapat dikoreksi dengan memutar ”sekrup pengatur” yang berada di belakang ”index glass” sampai busur tersebut nampak segaris dengan refleksinya sendiri. Untuk mendeteksinya lakukan tes dengan cara memegang sextant secara horizontal sejauh lengan kita dengan busur pada sisi jauh, kemudian geser letak lengan ayunannya sejauh kurang lebih 35 derajat, apabila pada index glass sudut yang dibentuknya kecil maka keselahan tersebut adalah perpendicularity.

3. Error of parallelism, disebabkan karena posisi index glass dan horizon glass tidak parallel satu dengan lainnya pada saat posisi lengan ayun berada di angka 0 derajat. Cara mendeteksinya yaitu dengan cara meletakan lengan ayunan pada sudut 0 derajat, memegang sextant dengan posisi vertikal dan mengamati cakrawala. Untuk melakukan koreksi pada parallelism gunakan sekrup yang terletak paling dekat dengan bidang kerangfka sextant. Apabila horizon nyata dan refleksinya tidak berada ada dalam satu garis maka untuk melakukan pengaturan selanjutnya adalah dengan cara menggunakan sekrup kemudian lakukan pengaturan yang berada dibalik horizon glass.


Variasi Deviasi dan Sembir dalam Ilmu Pelayaran

Mengenal Variasi, Deviasi, dan Sembir.

Sebelumnya masuk ke penjabaran ketiga sudut diatas sebaiknya kita kenal dulu istilah dalam ilmu pelayaran yaitu Utara Sejati (US), Utara Magnet (UM), Utara Pedoman (UM), yang masing-masing memiliki definisi berbeda pula tentunya.

Utara Sejati (US):
Gampangnya disebut saja sebagai utara yang sebenarnya (secara geografis), utara asli , yang kalo di peta pelayaran yang biasa di pake berlayar biasanya proyeksi Mercator tu ada skema kompas (pedoman) yang mewakili arah mata angin, nah disitu digambarkan utara sejati dan juga utara magnet serta nilai perubahan tahunannya (Increasing or Decreasing) pada saat peta itu di buat.

Utara Magnet (UM):
Adalah arah utara bukan sebenarnya, yang merupakan utara yang di pengaruhi oleh magnet bumi, utara magnet berubah-ubah, bisa bertambah atau berkurang tergantung dari terbembeng. jika utara magnet bertambah (+) berarti sudutnya dah lari ke timur dari Utara Sejati, begitu juga sebaliknya jika berkurang (-) sudah lari ke barat. dibawah ini contoh UM sudah lari ke barat (-)



Utara Pedoman (UP)
:
Merupakan sudut yang terbentuk karena pengaruh magnet bumi plus unsur magnet yang ada di kapal.

Nah, Variasi, Deviasi dan Sembir adalah nama ketiga sudut yang terbentuk dari sudut2 utama diatas, dalam ilmu pelayaran. berikut ini penjabaran dari masing sudut tersebut:

Variasi (V)i:
Adalah sudut terbentuk atau dibentuk atau dibangun (sama saja) oleh Utara Sejati dan Utara Magnet. jadi kalo Utara Magnet jatuhnya ke timur dari Utara yang sebenarnya maka Variasi memiliki nilai (+), begitu sebaliknya.

Deviasi (D):
Adalah sudut yang di bentuk oleh Utara Magnet dan Utara Pedoman. jika Utara Pedoman jatuh ke barat daripada Utara Magnet maka Deviasi adalah (-), begitu juga sebaliknnya.

Sembir (S), alias kesalahan Kompas (pedoman) :
Nah sembir ini merupakan sudut yang dibentuk oleh Utara Sejati dan Utara Pedoman tadi. atau hasil dari Variasi + Deviasi.

Keterangan:
Nilai variasi bisa di dapati di peta. jadi di peta laut sudah ada tu nilai variasi namun tetap saja untuk mencocokanya dengan tahun yang sedang kita layari, karena belum tentu tahun pembuatan peta sama dengan tahun yang sedang kita layari.

Sedangkan Deviasi biasanya sudah ada daftarnya diatas kapal. tapi kalo nggak punya daftar Deviasi harus bikin dulu. tau nggak caranya ? nanti saya kasih caranya pada episode lain.

Dan Sembir tentunya adalah jumlah dari Variasi dan Deviasi.

Berikut saya kasi sedikit rumus perhitungan ketiga sudut tersebut:

V + D = S
S = V + D
V = S - D
D = S - V


Contoh:

Diketahui:


V=2° dan S=-3°
Ditanya : berapa nilai Deviasi ?

Jawab: (hitung sendiri).


Itulah pengenalan dasar dari ketiga sudut tersebut.

Arah mata angin ( ilmu pelayaran dasar )

Saya mulai dengan arah mata angin dalam bidang ilmu pelayaran, yang umumnya juga sudah ada dimana-mana, di bangku SMP dulu juga sudah, meski tidak sedetil dalam teori ilmu pelayaran.

Dalam teori dasar Ilmu Pelayaran Datar (IPD) ada yang namanya arah mata angin yang merupakan lingkaran 360° (360 derajat) bumi dari utara ke utara lagi,yang terdiri dari empat inti utama yakni Utara,Timur,Selatan,Barat, dan di jabarkan lagi ke 16 arah yang masing-masing memiliki sudut sebesar 22,5° (22,5 derajat) sehingga menjadi seperti ini:


arah mata angin utama

U       : Utara = 000° (nol derajat)
UTL  : Utara Timur Laut = 022.5° (22.5 derajat)
TL     : Timur Laut = 045° (45 derajat)
TTL  : Timur Timur Laut = 067.5° (67.5 derjat)

T       : Timur = 090° (90 derajat)
TMG: Timur Menenggara = 112.5°
T      : Tenggara = 135°
SMG: Selatan menenggara = 157.5°

S        : Selatan = 180°
SBD   : Selatan Barat Daya = 202°
BD     : Barat Daya = 225°
BBD  : Barat Barat Daya = 247.5°

B        : Barat = 270°
BBL   : Barat Barat Laut = 292.5°
BL      : Barat Laut = 315°
UBL   : Utara Barat Laut = 337.5°

Dan kembali lagi ke utara sehingga menjadi 360 derajat.

Dalam ke 16 (enam belas) arah mata angin diatas masih ada juga anak-anaknya hingga menjadi 32 arah, yang didalam ilmu pelayaran di sebut 32 surat, dimana satu tiap-tiap surat memiliki sudut sebesar 11,25° (sebelas koma duapuluh lima derajat).

Penghitungan diatas menjadi patokan dasar dalam berlayar, apalagi berlayar koboy alias manual tanpa ada alat2 navigasi pelayaran seperti Global Positioning Sytem (GPS), Radar, dsb.



Selasa, 19 Juni 2012

TANYA-JAWAB ILMU ASTRONOMI ( BAG.1 )


Mungkin tanya jawab ini berguna bagi anda sebagai pelaut yang lagi mencari info untuk persiapkan diri menghadapi ujian di tempat sekolah pelayaran anda dididik untuk jadi calon calon pelaut handal. Salam kenal semoga membantu dan tolong di like di facebook dan tingalkan komentar untuk referensi saya atas kekurangan blog ini supaya kedepan lebih baik.


ASTRONOMI ADALAH -
Adalah ilmu yg mmpelajri penentuan posisi kapal dengan bantuan pengukuran benda angkasa,biasanya digunakan saat penyeberangan / Pelayaran samudra.


ZENIT ADALAH
suatu titik pada bulatan angkasa yang segaris lurus di atas kepala si pengamat (penilik).

NADIR ADALAH
suatu titik pada bulatan angkasa yang segaris lurus di bawah kaki si pengamat (penilik).

AZIMUT BENDA ANGKASA (AZIMUTH OF BODY) ADALAH
busur cakrawala, dihitung dari titik utara atau selatan sesuai lintang penilik, kearah barat atau timur sampai ke lingkaran tegak yang melalui benda angkasa, diukur dari 0° sampai 360°.

SUDUT AZIMUT BENDA ANGKASA (AZIMUTH ANGLE) ADALAH
sebagian busur cakrawala, dihitung dari titik utara atau selatan sesuai lintang penilik, kearah barat atau timur sampai ke lingkaran tegak yang melalui benda angkasa, diukur dari 0° sampai 180°.

TITIK ARIES (^) ADALAH
sebuah titik tetap di khatulistiwa angkasa dimana matahari berada pada tanggal 21 Maret.

SUDUT JAM BARAT BENDA ANGKASA (SIDERAL HOUR ANGLE) ADALAH
sebagian busur khatulistiwa angkasa diukur dari titik Aries ke arah barat sampai meridian yang melalui benda angkasa, dihitung dari 0° sampai 360°.


SUDUT JAM BARAT SETEMPAT (LOCAL HOUR ANGLE) ADALAH
sebagian busur khatulistiwa angkasa diukur dari meridian angkasa penilik ke arah barat sampai meridian yang melalui benda angkasa, dihitung dari 0° sampai 360°.

SUDUT JAM BARAT GREENWICH (GREENWICH HOUR ANGLE) ADALAH
sebagian busur khatulistiwa angkasa diukur dari meridian angkasa Greenwich ke arah barat sampai meridian yang melalui benda angkasa, dihitung dari 0° sampai 360°.

HORIZON (GARIS CAKRAWALA)
merupakan garis melintang yang merupakan batas pandangan si pengamat antara langit dan bumi.
Time diagrap

WAKTU BINTANG (SIDEREAL TIME) ADALAH
perhitungan waktu berdasarkan peredaran bumi terhadap bintang.
Waktu Bintang= SUDUT JAM BARAT ^,
dimulai pada saat titik Aries melewati derajah atas penilik.
Waktu Bintang
= Sudut Jam Barat ^ + Rambat lurus ^

WAKTU MATAHARI (SOLAR TIME) ADALAH
perhitungan waktu berdasarkan peredaran bumi terhadap matahari dihitung sejak matahari berada tepat di atas kepala sipengamat sampai dengan kembali lagi esok harinya.
Waktu Matahari Sejati (Apparent Solar Time)
= Sudut Jam Barat  Sejati ± 12 jam
Waktu Matahari Menengah (Mean Solar Time)= Sudut Jam Barat  Menengah ± 12 jam

TIME AND ARC
SELISIH WAKTU DAN SELISIH BUJUR
1 day = 24 hour = 360°
60 minute = 1 hour = 15°
4 minute = 1° = 60'
60 second = 1 minute = 15'
4 second = 1' = 60"
1 second = 15" = 0.25'

WAKTU KE DALAM BUJUR
Jumlah Jam dikalikan 15 untuk memperoleh derajat bujur;
Jumlah Menit dibagi 4 untuk memperoleh derajat bujur;
Sisa dari langkah 2 dikalikan 15 untuk memperoleh menit bujur;
Jumlah Detik dibagi 4 untuk memperoleh menit bujur;
Sisa dari langkah 4 dikalikan 15 untuk memperoleh detik bujur;
Jumlahkan total derajat, menit dan detik bujur.

INTERNASIONAL DATE LINE
Garis Batas Tanggal Internasional berada pada bujur 180°T/B dan mempunyai selisih waktu ± 12 jam terhadap GMT.
Garis batas tanggal Nautik menggunakan tepat garis bujur 180°T/B. Setiap kapal/ pesawat yang berjalan dari:
- Timur ke Barat maka mundur 1 hari
- Barat ke Timur maka maju 1 hari
Garis batas tanggal Sipil, arahnya dibelokkan jika melewati daratan.
Misalnya: Siberia Timur sampai Laut Bering memakai tanggal Asia, Kepulauan Fiji memakai tanggal Australia, Kepulauan Aleut memakai tanggal USA, dst.

CELESTIAL SPHERE ADALAH
sebuah bulatan dimana planet bumi sebagai pusatnya, dengan radius tertentu dan semua benda-benda angkasa diproyeksikan padanya

CELESTIAL EQUATOR ADALAH
Khatulistiwa angkasa adalah sebuah lingkaran besar di angkasa yang tegak lurus terhadap poros kutub utara dan kutub selatan angkasa.
Meridian angkasa (Celestial Meridian) adalah lingkaran tegak yang melalui titik utara (Pole North) dan titik selatan (Pole South) angkasa dan menghubungkan titik Nadir dan titik Zenith.

NAVIGASI ASTRONOMI ADALAH
Suatu sistem penentuan posisi kapal melalui observasi benda angkasa seperti matahari, bulan, bintang dan planet-planet dengan menggunakan bantuan instrumen navigasi yaitu sextant, chronometer dan compass serta perhitungan tabel-tabel dan Almanak Nautika.

SISTEM OFKOORDINAT ADALAH
benda-benda angkasa pada bulatan angkasa dapat ditentukan dengan 3 (tiga) tata koordinat, yaitu:
Tata koordinat horison dengan argumen Azimuth dan tinggi benda angkasa.
Tata koordinat khatulistiwa dengan argumen rambat lurus dan zawal benda angkasa.
Tata koordinat ekliptika dengan argumen lintang astronomis dan bujur astronomis benda angkasa.

LINGKARAN DEKLINASI BENDA ANGKASA (HOUR CIRCLE OF BODY) ADALAH
sebuah lingkaran besar yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan angkasa melalui benda angkasa tersebut