Selasa, 24 Januari 2012

MENUJU KELUARGA BAHAGIA DUNIA AKHIRAT



MENJAGA KEBAHAGIAAN & KEUTUHAN RUMAH TANGGA , MENUJU KELUARGA YANG SAKINAH, MAWADAH & WARRAHMAH



Menjadi suami isteri merupakan kondisi yang berbeda sama sekali dibanding ketika bujangan.
Menjadi suami isteri berarti bertemunya dua watak, perasaan, keinginan, kebiasaan, dan kesenangan yang berbeda.
Maka yang harus dilakukan adalah berupaya untuk saling memahami dan menyesuaikan diri serta membuat kesepakatan yang sama untuk tujuan sebuah keluarga.


Rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang dibangun di atas tujuan mencari ridho Alloh subhanahu wa ta'ala dan masing-masing pasangan memahami tugas, peran, fungsi, hak dan kewajiban serta tanggung jawabnya di dalam rumah tangga.

A. HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI


Setiap orang tua mempunyai hak atas anaknya. Demikian pula seorang anak mempunyai hak atas Orangtuanya. 

Kewajiban-kewajiban seorang Bapak adalah:

·         Mendapatkan calon ibu yang sholihah yang akan mengandung, menyusui dan mendidik putra-putrinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan bahwa biasanya suami itu memilih wanita yang ingin dijadikan isteri dengan empat alasan, karena kecantikkannya, nasabnya, hartanya dan agama-nya dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan agar calon suami menitikberatkan pada faktor agama.

·         Seorang suami mengerti cara menggauli istrinya.

·         Seorang suami ketika awal menemui istrinya hendaklah berdo’a meminta kebaikan dari istri yang diberikan-Nya, Kemudian sholat bersamanya dua raka’at.

·         Selanjutnya ia mendatangi isterinya dengan menyenangkan hati isterinya, sehingga suasana nyaman, hangat, dan indah berkesan.

           Jika ia hendak mendatanginya, maka hendaklah ia (suami) berdo’a,
           “Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauh-kanlah syaithon dari apa-apa yang  
            Engkau rizqikan kepada kami.”

·         Apabila sang suami telah mencapai kepuasan, maka hendaklah ia menunggu sampai sang isteri mencapai kepuasannya.

·         Suami tidak memaksa ketika sang isteri sedang tidak tenang hatinya atau sedang kelelahan karena seharian mengurus rumah dan anak.

·         Suami mendorong isteri untuk memperbanyak kelahiran atau mempunyai anak.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mem-punyai banyak anak (subur), karena aku bangga dengan sebab banyaknya kalian di hadapan para nabi nanti pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad No: 13594)

·         Memimpin anak-anak dan isterinya, menjadi orang yang dituakan, hakim, sekaligus pendidik, sehingga tidak ada anggota keluarga yang menyimpang akhlak dan adabnya.


      Firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala, “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menaf-kahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa, 4:34)

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan. Di dalamnya ada malaikat yang kasar lagi bengis yang tidak mengingkari terhadap apa yang diperintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS.At-Tahrim:6) 

Biasakan dirimu dengan ketaatan dan kebaikan, kemudian ajarkan kepada anak-anak dan isterimu kebaikan dan ketaatan itu.

·         Memberi nafkah dengan memberikan makanan yang halal, pakaian dan tempat tinggal.

Firman Allah, “Hendaknya orang yang mempunyai kelelua-saan itu memberikan nafkah sesuai dengan keleluasaannya.” (QS: At-Thalaq: 7)

Nabi  saw bersabda,

“Satu dinar yang kamu belanjakan di jalan Alloh Subhanahu wa Ta'ala, satu dinar yang kamu belanjakan untuk (membebaskan) seorang budak, satu dinar yang kau sedekahkan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu, maka yang terbesar (pahalanya) adalah dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu.” (HR. Imam Muslim dari Abu Hurairoh Radhiallahu 'anhu No: 995)

·         Menyediakan rumah atau tempat tinggal untuk istri dan anaknya.

·         Menjadi teladan bagi anak dan istri dalam kebaikan dan ketakwaan kepada Alloh Subhananu wa Ta'ala. Dalam bimbingan suami yang sholih dan istri yang sholihah sangat memungkinkan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana yang baik dan penuh keimanan.

·         Menghormati orang tua dan keluarga istri serta kerabatnya. Sebab bila seseorang menikah, dia bukanlah menikah dengan istrinya saja, tetapi dia juga mengambil saudara dan kerabat istrinya sebagai saudara dan kerabatnya yang harus disayangi juga.

·         Menganjurkan dan menggairahkan isteri untuk meningkatkan wawasan dan keilmuan. Menghadiri majlis ilmu dan mempelajari ilmu yang sesuai dengan kodrat wanita, dengan tetap memperhatikan keamanan dan tidak adanya ikhtilat dengan laki-laki.

·         Menyediakan waktu khusus bagi istri dan mendengarkan keluhan-keluhannya. Menghargai pekerjaan rumahnya dan pemeliharaan anak-anaknya. Jika mengetahui ia melakukan kekeliruan tidak segera mencelanya, tetapi menasehatinya dengan cara yang baik.

·         Tidak mencelanya maupun membanding-bandingkan-nya dengan wanita lain yang lebih baik. Sebab kita pun sangat tidak senang, jika dibanding-bandingkan dengan orang lain, karena setiap orang punya kekurangan dan kelebihan, demikian juga sang istri.

·         Mengajak istri dan anak-anak mengunjungi orang-orang sholih untuk mencontoh mereka dan Mengunjungi guru dan meminta nasehat darinya.

·         Mengajak istri dan anak-anak untuk sesekali mengisi liburan dengan rekreasi ke tempat yang sejuk dan menyegarkan fisik dan pikiran. Mengadakan permainan yang menggembirakan seperti olah raga dan bermain kejar-kejaran dengan istri dan anak-anak.

·         Memberikan hadiah yang mendidik kepada isteri dan anak jika melakukan sesuatu yang baik. Tidak mengukur hadiah dari mahalnya harga, tetapi dari perhatian yang tepat, saat yang sesuai dan disaat mereka terlihat meng-harapkan perhatian.

B. HAK DAN KEWAJIBAN ISTRI


Hak istri adalah:

·         Mendapatkan perlakuan yang lembut dan kasih sayang dari suaminya.
·         Menerima nafkah lahir dan bathin yang baik.
·         Dihargai dan mendapat bimbingan dengan ilmu dan akhlak yang mulia.
·         Mendapatkan rumah yang aman.
·         Dibantu dan ditolong jika mendapat kesulitan.
·         Dilindungi dari orang-orang yang bisa menyakitinya, baik perasaan maupun pikirannya.


Rasulullah Shollalallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan kepada para suami,
 “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya.” (HR.Ibnu Majah, At-Tirmidzi)


Kewajiban istri di rumah tangga diantaranya :

·         Mentaati suami selama hal itu bukan perbuatan maksiat.
·         Senantiasa menetap di rumah dan jika ke luar rumah seizin suami.
·         Jika berpuasa sunnah seizin suami jika suami di rumah.
·         Menjaga rumah dan harta suami serta dirinya ketika suami tidak ada di sisinya.
·         Hendaknya selalu bersyukur dan berterima kasih atas pemberian suami kepadanya dan senantiasa mendoakannya.
·         Berbuat baik kepada keluarga suami dan kerabatnya.
·         Berhias untuk sang suami.
·         Memberikan waktu khusus bagi suami untuk keperluannya.
·         Tidak memberikan harta, kecuali atas izin suaminya.
·         Tidak menyebarkan rahasia suami dan menceritakan aibnya kepada orang lain.
·         Apalagi tentang hubungan suami istri, karena hal ini termasuk perkara yang sangat dilarang oleh syari’at.
·         Tidak menuntut cerai kepada suami tanpa alasan yang dibenarkan syari’at sebab nantinya ia akan diharamkan mencium bau surga.

 “Wanita manapun yang meminta cerai kepada suaminya tanpa ada alasan (yang benar) maka haram baginya (mencium) bau surga”. (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Turmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ad Darimi, Al-Baihaqi, Al-Hakim)

·         Ridho dan iklash mengandung anak, menyusuinya selama dua tahun penuh dan memelihara serta mendidiknya sampai anaknya mencapai usia dewasa.

·         Menyenangkan suaminya ketika di rumah, memberikan pelayanan yang baik, dan mencari keridhaannya dengan memohon masuk surga kepada Allah Ta’ala.

Rasulullah Shollalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
 “Setiap wanita yang meninggal dunia sedang suaminya ridha kepadanya, maka dia masuk syurga.” (HR. Ibnu Majah 1854 dan At-Turmudzi 1161).

·         Tidak menyakiti suami.
Suami yang beriman dan beramal sholih ditunggu oleh bidadari di syurga.

Dari Muaz bin Jabal Radhiallahu 'anhu dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia, melainkan berkata istrinya dari bidadari di syurga, “Janganlah menyakitinya, semoga Alloh Subhanahu wa ta'ala mencelakakanmu karena sesungguhnya ia hanya semen-tara menemanimu dan akan meninggalkanmu untuk kembali kepada kami.” (HR. At-Turmudzi 1174, Ahmad 5/242, Hadits hasan).

·         Menjaga diri dan harta suaminya ketika suami tidak berada di rumah.

C. HAK BERSAMA SUAMI ISTRI

·         Mensyukuri pernikahan sebagai anugrah dari Alloh Subhanahu wa ta'ala yang menjadikan halal dan sah sebagai suami istri.

·         Menjaga amanah berupa anak-anak. Mendidik dan merawat anak-anak semoga menjadi insan yang bertaqwa dan berbuat yang terbaik bagi kedua orang tuanya.

·         Bersama-sama menciptakan rumah tangga Islami. Kebiasaan dan keteladan yang baik dari orang tua akan ditiru oleh anak-anak mereka. Itulah akhlakul karimah dan merupakan cara memberikan pendidikan yang paling efektif.

·         Saling melindungi dan menjaga rahasia masing-masing. Sehingga kelemahan menjadi hilang dan kebaikan semakin tampak. Rumah tangga penuh dengan kedamaian dan keharmonisan serta kasih sayang. Rasul mengingatkan sebaik-baik kalian (para suami) adalah yang paling baik terhadap istrinya. Sebaik-baik wanita sholihah adalah yang taat dan melayani suami dan selalu membantunya dalam urusan akhirat dengan ikhlas.

 “Seandainya saya diperintahkan manusia untuk sujud terhadap sesama niscaya saya akan memerintahkan kaum wanita untuk sujud kepada suaminya”. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad)


Hal itu menunjukkan betapa besarnya nilai ketaatan wanita terhadap suaminya.


IBNU HAYTAM atau AL-HAZEN atau Abu Ali Muhammad Ibn al-Hasan Ibn al-Haytham- PENEMU OPTIC PERTAMA " Mengenal Ilmuan Muslim"


Melalui Kitab Al Manazir, teori optik pertama kali dijelaskan. Hingga 500 tahun kemudian, 
teori Al Haytham ini dikutip banyak ilmuwan.

Tak banyak orang yang tahu bahwa orang pertama yang menjelaskan soal mekanisme penglihatan pada manusia “ yang menjadi dasar teori optik modern  “ adalah ilmuwan Muslim asal Irak. Namanya Ibnu Al-Haitam atau di Barat dikenal dengan nama Alhazen. Lewat karya ilmiahnya, Kitab Al Manazir atau Kitab Optik, ia menjelaskan berbagai ragam fenomena cahaya termasuk sistem penglihatan manusia.
Ibnu Al-Haytham (965-1039) 

Nama Lengkap: Abu Ali Muhammad Ibn al-Hasan Ibn al-Haytham

Nama Alias (Barat): Alhazen

Asal: Basra, Irak.
Teori yang dikembangkan: optik, pembiasan cahaya
Karya ilmiah: Kitab al-Manazir (Book of Optics).
Selama lebih dari 500 tahun, Kitab Al Madazir terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optik. Di tahun 1572, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus.
Theorem of Al-Haytam
Bab tiga volume pertama buku ini mengupas ide-ide dia tentang cahaya. Dalam buku itu, Haytham meyakini bahwa sinar cahaya keluar dari garis lurus dari setiap titik di permukaan yang bercahaya.
Ia membuat percobaan yang sangat teliti tentang lintasan cahaya melalui berbagai media dan menemukan teori tentang pembiasan cahaya. Ia jugalah yang melakukan eksperimen pertama tentang penyebaran cahaya terhadap berbagai warna.

Dalam buku yang sama, ia menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam, dan juga teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi. Ia juga melakukan percobaan untuk menjelaskan penglihatan binokular ( Teropong ) dan memberikan penjelasan yang benar tentang peningkatan ukuran matahari dan bulan ketika mendekati horison.
The Optic theory

Haytham mencatatkan namanya sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Ia memberikan penjelasan yang ilmiah tentang bagaimana proses manusia bisa melihat. Salah satu teorinya yang terkenal adalah ketika ia mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid.

Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya yang keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, Ibnu Haytham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat.

Dalam buku ini, ia menjelaskan bagaimana mata bisa melihat objek. Ia menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia.

Salah satu karyanya yang paling menomental adalah ketika Haytham bersama muridnya, Kamal ad-Din, untuk pertama kali meneliti dan merekam fenomena kamera obsecura. Inilah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai "ruang gelap". Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya.

Sementara dalam bukunya Mizan al-Hikmah, ia mendiskusikan kepadatan atmosfer dan membangun korelasi antara hal tersebut dengan faktor ketinggian. Ia juga mempelajari pembiasan atmosfer dan menemukan fakta bahwa senja hanya muncul ketika matahari berada 19 derajat di bawah horison. Dengan dasar itulah, ia mencoba mengukur tinggi atmosfer. Dalam bukunya, ia juga membahas teori daya tarik massa, suatu fakta yang menunjukkan ia menyadari korelasi percepatan dengan gravitasi.


Selain di bidang fisika, Ibnu Haytham juga memberikan kontribusi penting terhadap ilmu matematika. Dalam ilmu ini, ia mengembangkan analisis geometri dengan membangun hubungan antara aljabar dengan geometri.

Haytham juga membuat buku tentang kosmologi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Amerika Latin dan Yahudi (Hebrew) dan bahasa-bahasa lain di abad pertengahan. Karya lainnya adalah buku tentang evolusi, yang hingga kini masih menjadi perhatian ilmuwan dunia.

Sayangnya, dari sekian banyak karyanya -- bukunya diperkirakan berjumlah 200 lebih -- hanya sedikit yang terisa. Bahkan karya monumentalnya, Kitab Al Manazir, di buang dan tidak diketahui lagi rimbanya. Orang jaman sekarang hanya bisa mempelajari terjemahannya yang ditulis dalam bahasa Latin. Sangat disayangkan…

FAKTA PENEMU PERTAMA TEORI OPTIK : 

Yang Tercatat  : Isaac Newton pada abad ke-17 mengembangkan teori mengenai lensa, sinar, dan bentuk prisma yang menjadi dasar bagi teori modern mengenai optic

Faktanya : Pada abad ke-11 Al Haytham telah mengembangkan teori optik. Tak tertutup kemungkinan, teori Newton dipengaruhi olehnya, karena pada Abad pertengahan, teorinya sangat terkenal. Karyanya banyak dikutip ilmuwan Eropa. Selama abad ke-16 sampai 17, Newton dan Galileo mengombinasikan teorinya dengan temuan mereka.
Yang tercatat  : Isaac Newton, pada abad ke-17, dalam teori konvergensi cahaya, menemukan bahwa cahaya putih terdiri dari beragam warna cahaya.

Faktanya  :  Al Haytham (abad XI) dan Kamal Ad Din (abad XIV) pernah mengungkapkan hal yang sama. Newton bukan satu-satunya ilmuwan yang menyatakan teori itu.

Yang tercatat : Ilmuwan Inggris, Roger Bacon (1292) mengemukakan pertama kali tentang kegunaan lensa kaca untuk membantu pengelihatan. Padahal  Lensa itu merupakan penyederhanaan bentuk dari hasil kerja Al Haytham. Pada waktu yang bersamaan, kaca mata dibuat dan digunakan di Cina dan Eropa.

Faktanya   : Ibn Firnas dari Spanyol sudah membuat kaca mata pada abad ke-9. Dia membuat dan menjualnya ke seluruh Spanyol dua abad sebelumnya.


Senin, 23 Januari 2012

IBNU AL NAFIS ( Penemu Sirkulasi Pernapasan ) "Mengenal Ilmuan Muslim"

Penemu Sirkulasi Pernapasan Ibn Al-Nafis atau Harvey?

ibn nafis
Karena dianggap bertentangan dengan Galen, Michael Servetus dianggap menyimpang. Hukumannya, dirinya dan buku Christianismi Restitutio karyanya pun dibakar. Penemuan sirkulasi dalam paru-paru menjadi hal yang penting dan mengundang banyak perdebatan dalam dunia kedokteran. Pendapat yang diyakini selama ini, teori mengenai sirkulasi paru-paru -- kaitan antara pernapasan dan peredaran darah -- ditemukan oleh ilmuwan Eropa mulai abad ke-16. Penggiatnya berturut-turut adalah Servetus, Vesalius, Colombo, dan terakhir Sir William Harvey dari Kent, Inggris. 
ibn al nafis
ibnu nafis
Namun penelusuran sejarah lebih lanjut, dengan meneliti berbagai manuskrip dan objek sejarah lain, maka kejelasan mulai diungkapkan: penemu sirkulasi paru-paru adalah Ibnu Al-Nafis, ilmuwan Muslim abad ke-13. Adalah Dr Muhyo Al-Deen Altawi, fisikawan Mesir, yang mulai menyusur kanal-kanal sejarah sejak tahun 1924. Ia menemukan sebuah tulisan berjudul Commentary on the Anatomy of Canon of Avicenna di perpustakaan nasional Prussia, Berlin (Jerman). Saat itu, ia tengah belajar mengenai sejarah Kedokteran Arab di Albert Ludwig's University Jerman.

Tulisan dalam bentuk diktat itu, merunut pada konteks waktunya, dianggap sebagai karya tulis terbaik yang merangkai secara detil topik-topik anatomi, patologi, dan fisiologi. Diktat yang belakangan diketahui sebagai karya Ibnu Al Nafis ini juga mengungkap sesuatu yang mengejutkan: deskripsi pertama di dunia mengenai sirkulasi paru-paru!

Ia menguraikan lebih jauh konsep yang dipancangkan ilmuwan sebelumnya, Galen, pada abad ke-2. Konsep sirkulasi yang dikembangkan Galen menyebut adanya 'lorong rahasia' antara dua bilik jantung. Ia menguraikan bagaimana darah mencapai bagian kanan jantung dan bergerak menuju pori-pori yang tak terlihat di cardiac septum menuju bagian kiri jantung. Di sana darah bertemu dengan udara dan membangun sebuah 'kekuatan' sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Menurut Galen, sistem vena merupakan bagian yang terpisah dari sistem arteri saat mereka 'kontak' dalam pori-pori tak terlihat itu.




Namun, Ibnu Al-Nafis, berdasar pengetahuannya yang mendalam terhadap anatomi, memikirkan hal yang berbeda:
"...Darah dari kamar kanan jantung harus menuju bagian kiri jantung, namun tak ada bagian apapun yang menjembatani kedua bilik itu. Sekat tipis pada jantung tidak berlubang. Dan bukan seperti apa yang dipikirkan galen, tak ada pori-pori tersembunyi di dalam jantung. Darah dari bilik kanan harus melewati vena arteriosa (arteri paru-paru) menuju paru-paru, menyebar, berbaur dengan udara, lalu menuju arteria venosa (vena paru-paru) dan menuju bilik kiri jantung dan bentuk ini merupakan spirit vital..."

Dalam buku itu dia juga mengatakan:
"Jantung hanya memiliki dua kamar...dan antara dua bagian itu sungguh tidak saling terbuka. Dan, pembedahan juga membuktikan kebohongan yang mereka ungkapkan. Sekat antara dua bilik jantung lebih tipis dari apapun. Keuntungan yang didapat dengan adanya sekat ini adalah, darah pada bilik kanan dengan mudah menuju paru-paru, bercampung dengan udara di dalam paru-paru, kemudian didorong menuju arteria venosa ke bilik kiri dari dua bilik jantung..."


Mengenai anatomi paru-paru, Ibnu Al Nafis menulis:
"Paru-paru terdiri dari banyak bagian, pertama adalah bronchi, kedua adalah cabang-cabang arteria venosa, dan ketiga adalah cabang-cabang vena arteriosa. Ketiganya terhubung oleh jaringan daging yang berongga."









Dia  menambahkan lebih detil mengenai sirkulasi paru-paru:
"... Yang diperlukan paru-paru untuk transportasi darah menuju vena arteriosa adalah keenceran dan kehangatan pada jantung. Apa yang merembes melewati pori-pori pada cabang-cabang pembuluh menuju alveoli pada paru-paru adalah demi percampurannya dengan udara, berkombinasi dengannya, dan hasilnya memjadi sesuatu yang diperlukan di bilik kiri   jantung. Yang mengantar campuran itu ke bilik kiri arteria venosa." 

Kontribusi lain Ibnu Al Nafis adalah bantahannya tentang nutrisi bagi jantung. Avicenna menulis makanan jantung diekstrak dari pembuluh kecil dan didorong ke dinding. 



Kata Al Nafis:

"... Berbeda dengan pernyataannya (Avicenna-red) bahwa darah pada bagian kanan adalah untuk memberi makanan jantung adalah tidak benar sama sekali."

Conun ibn al nafis
Conun ibn al nafis.2
Eropa terlambat memahami

Sir William Harvey
Sayangnya, pengetahuan yang sungguh penting dalam dunia kedokteran ini hanya populer di dunia medis Arab. Eropa baru mengetahuinya 300 tahun kemudian, saat Andrea Alpago dari Belluno menerjemahkan karya Al nafis itu dalam bahasa Latin tahun 1547. Kemudian, Michael Servetus menjelaskan teori sirkulasi paru-paru dalam buku teologinya yang berjudul Christianismi Restitutio pada tahun 1553. Dia menulis: "...Udara dan darah bercampur dan dikirim dari paru-paru menuju jantung melalui pembuluh arteri; bagaimanapun, percampuran itu terjadi di paru-paru. Warna cerah akan diberikan paru-paru, bukan jantung."

Dan, teori Servetus ini -- yang terkesan menjiplak Al Nafis -- dieksekusi oleh Gereja karena dianggap berlawanan dengan apa yang diajarkan oleh Galen. Konsekuensinya, ia bersama bukunya dibakar. Andreas Vesalius mengikuti jejak Servetus menerangkan teori sirkulasi paru-paru. Dalam bukunya, De Fabrica, ia menulis persis seperti apa yang diuraikan Al Nafis. Pada edisi pertama buku Vesalius (1543), ia setuju dengan pendapat Galen bahwa darah dari bilik kanan menuju bilik kiri melalui sebuah sekat tipis.

Namun pada edisi keduanya, tahun 1555, ia sedikit meralatnya dengan kalimat: "Saya masih belum melihat bagaimana sekat yang sungguh tipis itu bisa mengalirkan darah dari bilik kanan menuju bilik kiri." Pendapat itu dikuatkan oleh Realdus Colombo (1559) dalam bukunya, De re Anatomica.

Penjelasan lebih rinci dikemukakan William Harvey. Pada tahun 1628 ia mendemonstrasikan langsung observasi anatomi di laboratorium hewan. Ia menjelaskan bagaimana darah berpindah dari bilik kanan, menuju paru-paru, lalu masuk ke bilik kiri jantung melalui vena paru-paru. Ia juga menunjukkan tak ada satupun pori-pori dalam sekat interventrikular jantung.

Ia menulis dalam monografnya: "Exercitatio anatomica de motu cordis et sanguinis in animalibus: Saya mulai berpikir tentang gerakan yang sangat cepat dalam lingkaran itu. Saya menemukan kebenaran bahwa darah dipompa dalam satu hentakan dari bilik kiri didistribusikan melalui pembuluh arteri ke seluruh bagian tubuh dan kembali melalui vena dan kembali ke bilik kanan, hanya setelah terkirim ke paru-paru dari bilik kanan."

Baca Sejarah Ibnu Al Nafis :
- http://www.islamset.com/isc/nafis/main.html
- http://www.islamonline.net/English/Science/2002/08/article06.shtml
- http://www.uua.org/uuhs/duub/articles/michaelservetus.html


William Harvey :

GEBER, alias ABU MUSA JABIR BIN HAYYAN / BAPAK KIMIA (721-815) " Mengenal Ilmuan Muslim"



Jabir Ibnu Haiyan, yang Geber alkemis dari Abad Pertengahan, umumnya dikenal sebagai "bapak kimia". Abu Musa Jabir Ibnu Haiyan, kadang-kadang, disebut al-Harrani dan al-Sufi, adalah anak dari seorang apoteker (Attar). Tanggal kelahirannya tepat adalah subyek dari beberapa diskusi, tetapi ditetapkan bahwa ia mempraktikkan kedokteran dan alkimia di Kufah sekitar 776 M. Ia dilaporkan telah belajar di bawah Imam Ja'far Sadiq dan Khalid Ibnu Umayyah pangeran Yazid. Pada hari awal, dia berlatih obat-obatan dan berada di bawah perlindungan dari wazir Barmakid selama Kekhalifahan Abbasiyah Haroon al-Rasyid. Ia berbagi beberapa efek dari kejatuhan Barmakids dan ditempatkan di bawah tahanan rumah saya Kufah, di mana ia meninggal pada 803 Masehi



Kontribusi besar Jabir adalah dalam bidang kimia. Dia memperkenalkan penyelidikan eksperimental ke alkimia, yang dengan cepat berubah karakternya menjadi kimia modern. Hanya reruntuhan laboratorium terkenal tetap setelah berabad-abad, tetapi ketenarannya bersandar pada lebih dari 100 risalah monumental, yang 22 berhubungan dengan kimia dan alkimia. Nya kontribusi penting mendasar untuk kimia termasuk kesempurnaan teknik ilmiah seperti kristalisasi, distilasi, kalsinasi sublimasi, dan penguapan serta pengembangan instrumen beberapa yang sama. Fakta perkembangan awal kimia sebagai cabang ilmu yang berbeda oleh orang Arab, bukan ide-ide sebelumnya samar-samar, adalah mapan dan nama yang sangat kimia berasal dari kata Arab al-Kimya, yang dipelajari dan dikembangkan secara ekstensif oleh ilmuwan Muslim.

Mungkin prestasi besar praktis Jabir adalah penemuan mineral dan asam lainnya, yang disiapkan untuk pertama kalinya dalam alembic nya (Anbique). Terlepas dari kontribusi beberapa sifat dasar untuk alkimia, yang melibatkan sebagian besar persiapan senyawa baru dan pengembangan metode kimia, ia juga mengembangkan sejumlah proses kimia diterapkan, sehingga menjadi pelopor dalam bidang ilmu terapan. Prestasinya di bidang ini mencakup persiapan dari berbagai logam, pengembangan dari baja, pencelupan kain dan penyamakan kulit, varnishing air-bukti kain, penggunaan mangan dioksida dalam pembuatan gelas, mencegah berkarat, huruf emas, identifikasi cat , gemuk, dll Selama ini upaya praktis, dia juga mengembangkan aqua regia untuk melarutkan emas. Alembic adalah penemuan besar, yang dibuat mudah dan sistematis proses penyulingan. Jabir meletakkan tekanan besar pada eksperimentasi dan akurasi dalam karyanya.

Berdasarkan sifat-sifat mereka, dia telah menjelaskan tiga jenis zat yang berbeda.Pertama, roh yaitu mereka yang menguap pada pemanasan, seperti klorida kamper, arsen dan amonium, kedua, logam, misalnya, emas, perak, timah, tembaga, besi, dan ketiga, kategori senyawa yang dapat dikonversi menjadi bubuk. Dia dengan demikian membuka jalan untuk klasifikasi kemudian seperti logam, non-logam dan zat mudah menguap.

Meskipun dikenal sebagai seorang alkemis, ia tidak tampaknya telah serius mengejar persiapan logam mulia sebagai seorang alkemis, melainkan ia mengabdikan usahanya untuk pengembangan metode kimia dasar dan studi mekanisme reaksi kimia dalam diri mereka sendiri dan dengan demikian membantu berkembang kimia sebagai ilmu dari legenda alkimia. Dia menekankan bahwa, dalam reaksi kimia, jumlah pasti dari berbagai zat yang terlibat dan dengan demikian dapat dikatakan telah membuka jalan bagi hukum proporsi konstan.

Sejumlah besar buku yang termasuk dalam korpus nya. Selain dari kimia, ia juga memberikan kontribusi untuk ilmu-ilmu lain seperti kedokteran, dan astronomi. Buku-bukunya pada kimia, termasuk nya Kitab al-Kimya, dan Kitab al-Sab'een diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa Latin dan berbagai. Terjemahan ini sangat populer di Eropa selama beberapa abad dan telah mempengaruhi evolusi kimia modern. Beberapa istilah teknis yang dirancang oleh Jabir, seperti alkali, saat ini ditemukan dalam berbagai bahasa di Eropa dan telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah. Hanya beberapa buku-bukunya telah diedit dan diterbitkan, sementara beberapa orang lain diawetkan dalam bahasa Arab masih harus dijelaskan dan dipublikasikan.

Keraguan telah dinyatakan sebagai apakah semua pekerjaan produktif termasuk dalam korpus adalah kontribusi sendiri atau mengandung kemudian komentar / penambahan oleh para pengikutnya. Menurut Sarton, nilai sejati karyanya hanya akan diketahui ketika semua bukunya telah diedit dan diterbitkan. Pandangan agama dan konsep-konsep filosofis yang terkandung di dalam korpus telah dikritik tetapi, terlepas dari pertanyaan tentang keaslian mereka, itu harus ditekankan bahwa kontribusi utama dari Jabir terletak pada bidang kimia dan tidak dalam agama. Berbagai yang ditemukannya , asam untuk pertama kalinya, asam nitrat terutama, klorida, sitrat dan tartarat, dan penekanan pada eksperimentasi sistematis yang beredar dan itu adalah atas dasar pekerjaan tersebut bahwa ia adil dapat dianggap sebagai bapak kimia modern. Dalam kata-kata Max Meyerhof, perkembangan kimia di Eropa dapat ditelusuri langsung ke Jabir Ibn Haiyan.


 Geber, alias Abu Musa Jabir bin Hayyan,  adalah seorang alkemis Islam terkemuka, apoteker, filsuf, astronom, dan fisikawan. Dia juga telah disebut sebagai "bapak kimia Arab" oleh orang Eropa. 

Jabir lahir di Tus, Khurasan, di Iran, yang pada waktu diperintah oleh kekhalifahan Umayyah, tanggal kelahirannya diperselisihkan, tetapi sumber-sumber yang paling memberikan 721 atau 722. Dia adalah anak dari Hayyan al-Azdi, seorang apoteker dari suku Azd Arab yang beremigrasi dari Yaman ke Kufah (di masa kini-hari Irak) selama kekhalifahan Umayyah.
Hayyan telah mendukung Abbasiyah memberontak melawan Bani Umayyah, dan dikirim oleh mereka untuk provinsi Khorasan (di Iran sekarang) untuk mengumpulkan dukungan untuk perjuangan mereka. Dia akhirnya ditangkap oleh Ummayads dan dieksekusi.Keluarganya melarikan diri kembali ke Yaman, di mana Jabir dibesarkan dan mempelajari Alquran, matematika dan mata pelajaran lain di bawah sarjana bernama Harbi Al-Himyari.

Setelah Abbasiyah berkuasa, Jabir kembali ke Kufah, di mana ia menghabiskan sebagian besar karirnya. Profesi ayah Jabir yang mungkin telah berkontribusi besar terhadap minatnya untuk kimia.
Di Kufah ia menjadi mahasiswa guru Islam dirayakan dan keenam Imam Ja'far al-Shadiq.Dikatakan bahwa ia juga belajar dengan Pangeran Khalid Ibnu Umayyah Yazid. Ia mulai karir berlatih obat, di bawah naungan wazir Khalifah Harun Barmakid al-Rasyid.

Hal ini diketahui bahwa dalam 776 ia terlibat dalam alkimia pada sambungan Kufa.His dengan biaya Barmakid menyayanginya pada akhirnya. Ketika keluarga yang jatuh dari kasih karunia di 803, Jabir ditempatkan di bawah tahanan rumah di Kufah, di mana dia tetap sampai kematiannya.
Tanggal kematiannya diberikan sebagai c.815 oleh Encyclopædia Britannica, tetapi sebagai 808 oleh sumber lain.



Proses Destilasi


Dengan menyuling berbagai garam bersama-sama dengan asam sulfat, asam klorida Jabir menemukan (dari garam) dan asam nitrat (dari sendawa). Dengan menggabungkan dua, ia menemukan aqua regia, salah satu dari beberapa zat yang dapat larut emas.Selain aplikasi yang jelas untuk ekstraksi emas dan pemurnian, penemuan ini akan bahan bakar impian dan keputusasaan alkimiawan selama seribu tahun berikutnya. Dia juga dikreditkan dengan penemuan asam sitrat (komponen asam dari lemon dan buah-buahan mentah lainnya), asam asetat (dari cuka), dan asam tartarat (dari anggur-membuat residu).
Jabir menerapkan pengetahuan kimia kepada perbaikan proses manufaktur, seperti membuat logam baja dan lainnya, mencegah karat, ukiran emas, pencelupan dan kain Waterproofing, penyamakan kulit, dan analisis kimia pigmen dan zat lainnya. Ia mengembangkan penggunaan mangan dioksida dalam pembuatan gelas, untuk melawan semburat hijau yang dihasilkan oleh besi - sebuah proses yang masih digunakan saat ini.Dia mencatat bahwa anggur mendidih uap merilis mudah terbakar, sehingga membuka jalan untuk penemuan Al-Razi dari etanol.
Benih-benih klasifikasi modern dari unsur-unsur ke dalam logam dan non-logam dapat dilihat pada nomenklatur kimia nya. Ia mengusulkan tiga kategori: "roh" yang menguap pada pemanasan, seperti kamper, arsenik, dan amonium klorida, "logam", seperti emas, perak, timah, tembaga, dan besi, dan "batu" yang dapat diubah menjadi powders.In Abad Pertengahan, risalah Jabir di kimia diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi standar untuk teks alkemis Eropa.

Ini termasuk Kitab al-Kimya (Buku berjudul Susunan Alkimia di Eropa), diterjemahkan oleh Robert of Chester (1144), dan Kitab al-Sab'een oleh Gerard dari Cremona (sebelum 1187). Marcelin Berthelot menerjemahkan beberapa buku di bawah judul Kitab fantastis Kerajaan, Kitab Saldo, dan Kitab Merkurius Timur.
Beberapa istilah teknis yang diperkenalkan oleh Jabir, seperti alkali, telah menemukan cara mereka ke dalam berbagai bahasa di Eropa dan telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah.

Kontribusi untuk kimia


Jabir ini kebanyakan dikenal karena kontribusinya untuk kimia. Dia menekankan eksperimentasi sistematis, dan melakukan banyak untuk alkimia bebas dari takhayul dan mengubahnya menjadi sebuah ilmu. Dia adalah dikreditkan dengan penemuan berbagai jenis sekarang-dasar peralatan laboratorium kimia, dan dengan penemuan dan deskripsi dari banyak sekarang-biasa zat kimia dan proses - seperti asam klorida dan asam nitrat, distilasi, kristalisasi, dan yang telah menjadi pondasi kimia saat ini dan teknik kimia.
Dia juga membuka jalan bagi sebagian besar alkemis Islam di kemudian hari, termasuk al-Razi, al-Tughrai dan al-Irak, yang tinggal di, abad ke-9-12 dan 13 masing-masing.Buku-bukunya sangat mempengaruhi alkemis Eropa abad pertengahan dan dibenarkan pencarian mereka untuk stone.In meskipun filsuf dari kecenderungan ke arah mistisisme (dia dianggap seorang sufi) dan takhayul, ia lebih jelas diakui dan menyatakan pentingnya eksperimen.
"Yang penting pertama dalam kimia", ia menyatakan, "adalah bahwa Anda harus melakukan kerja praktek dan percobaan melakukan, karena orang yang melakukan pekerjaan tidak praktis dan tidak membuat percobaan tidak akan pernah mencapai tingkat penguasaan minimal." Jabir juga dikreditkan dengan penemuan dan pengembangan instrumen kimia beberapa yang masih digunakan saat ini, seperti alembic, yang membuat distilasi mudah, aman, dan efisien.

Ini termasuk Kitab al-Kimia (Buku berjudul Susunan Alkimia di Eropa), diterjemahkan oleh Robert of Chester (1144), dan Kitab al-Sab'een oleh Gerard dari Cremona (sebelum 1187). Marcelin Berthelot menerjemahkan beberapa buku di bawah judul Kitab fantastis Kerajaan, Kitab Saldo, dan Kitab Merkurius Timur.
Beberapa istilah teknis yang diperkenalkan oleh Jabir, seperti alkali, telah menemukan cara mereka ke dalam berbagai bahasa di Eropa dan telah menjadi bagian dari kosakata ilmiah.

Jabir menjadi seorang alkemis di istana Khalifah Harun Al-Rasyid, untuk siapa ia menulis Kitab al-Zuhra ("The Book of Venus", pada "seni mulia alkimia").
Penyelidikan alkimia Jabir berkisar pada tujuan akhir dari takwin - penciptaan buatan hidup. Alkimia memiliki hubungan panjang dengan mistisisme Syiah, menurut Imam pertama, Ali bin Abi Thalib, "adalah alkimia adik nubuat".

Jabir minat dalam alkimia mungkin terinspirasi oleh gurunya Ja'far al-Shadiq, dan dia sendiri disebut "Sufi", menunjukkan bahwa ia mengikuti bentuk mistisisme asketik dalam Islam.In tulisannya, Jabir membayar upeti kepada Mesir dan Yunani alkemis Hermes Trismegistus, Agathodaimon, Pythagoras, dan Socrates.
Dia menekankan sejarah panjang alkimia, "yang asal Arius ... orang pertama yang menerapkan percobaan pertama pada batu [filsuf] ... dan dia menyatakan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk meniru cara kerja Alam" (Nasr , Sayyed Hossein, Sains dan Peradaban Islam).

Jabir menyatakan dalam Kitab Stones (4:12) bahwa "Tujuannya adalah untuk membingungkan dan memimpin ke semua kesalahan, kecuali mereka yang Allah mengasihi dan memberi". Karya-karyanya tampaknya telah sengaja ditulis dalam kode yang sangat esoteris, sehingga hanya mereka yang telah diinisiasi ke dalam sekolah alkimia itu bisa memahami mereka. Oleh karena itu sulit terbaik bagi pembaca modern untuk membedakan mana aspek kerja Jabir adalah harus dibaca sebagai simbol (dan apa artinya simbol-simbol), dan apa yang harus diambil secara harfiah. Karena karya-karyanya jarang masuk akal terbuka, yang omong kosong istilah diyakini memiliki awalnya disebut tulisan-tulisannya (Hauck, hal 19).
Penyelidikan alkimia Jabir yang secara teoritis didasarkan pada suatu numerologi yang rumit terkait dengan Pythagoras dan Neoplatonisme sistem. Sifat dan sifat-sifat unsur didefinisikan melalui nilai-nilai numerik yang ditugaskan konsonan Arab hadir dalam nama mereka, akhirnya mencapai puncaknya pada nomor 17.

Untuk Aristoteles fisika, Jabir menambahkan empat sifat panas, dingin, kekeringan, dan kelembaban (Burkhardt, hal 29). Setiap elemen Aristoteles ditandai oleh sifat-sifat: Api baik panas dan kering, tanah yang dingin dan kering, air dingin dan lembab, dan udara panas dan lembab. Ini datang dari kualitas dasar yang bersifat teoretis di alam ditambah substansi. Dalam logam dua dari sifat-sifat ini adalah interior dan eksterior dua orang.Sebagai contoh, timbal dingin dan kering dan emas panas dan lembab.
Dengan demikian, Jabir berteori, dengan mengatur kembali kualitas satu logam, berdasarkan belerang / merkuri konten mereka, logam yang berbeda akan terjadi.(Burckhardt, h. 29) Teori ini tampaknya berasal pencarian untuk al-iksir, obat mujarab yang akan membuat sulit dipahami transformasi ini mungkin - yang pada alkimia Eropa dikenal sebagai batu filsuf.

Jabir juga membuat kontribusi penting untuk kedokteran, astronomi, dan ilmu-ilmu lainnya.Hanya beberapa buku-bukunya telah diedit dan diterbitkan, dan lebih sedikit lagi yang tersedia dalam terjemahan. Geber kawah, terletak di Bulan, dinamai menurut namanya.

Tulisan oleh Jabir

Tulisan-tulisan Jabir Ibn Hayyan dapat dibagi menjadi empat kategori:

• Para 112 Buku didedikasikan untuk Barmakids, wazir Khalifah Harun Al-Rasyid.Kelompok ini mencakup versi Arab dari Tablet Zamrud, karya kuno yang merupakan dasar dari Hermetik atau "spiritual" alkimia. Pada Abad Pertengahan itu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin (Tabula Smaragdina) dan luas tersebar di kalangan alkemis Eropa.

• Kitab Tujuh, sebagian besar yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin selama Abad Pertengahan. Kelompok ini mencakup Kitab al-Zuhra ("Kitab Venus") dan Kitab Al-Ahjar ("Kitab Stones").

• Sepuluh Buku-buku tentang Rektifikasi, berisi deskripsi dari "alkemis" seperti Pythagoras, Socrates, Plato dan Aristoteles.

• Kitab-kitab tentang Perimbangan; kelompok ini termasuk yang paling terkenal 'Teori keseimbangan di Alam' Beberapa sarjana menduga bahwa beberapa dari karya-karya ini tidak ditulis oleh Jabir sendiri, tapi malah komentar dan penambahan oleh para pengikutnya.. Dalam kasus apapun, mereka semua dapat dianggap karya sekolah 'Jabir' alkimia.

Seorang alkemis adalah orang yang berpengalaman dalam seni alkimia, sebuah cabang filsafat alam kuno yang akhirnya berevolusi menjadi kimia dan farmakologi. Alkimia berkembang di dunia Islam pada Abad Pertengahan, dan kemudian di Eropa dari 13 keabad 18. 




by -Andara-