Jumat, 21 September 2012

ILMU BANGUNAN KAPAL


BAB.I. UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL TERDIRI DARI

1. UKURAN MEMBUJUR/MEMANJANG (LONGITUDINAL)
2. UKURAN MELINTANG / MELEBAR (TRANSVERZAL )

BEBERAPA PENGERTIAN ISTILAH UNTUK KAPAL :

1. PANJANG : Jarak membujur sebuah kapal dalam meter pada sarat muat musim panas Yang dihitung dari bagian depan linggi haluan sampai sisi belakang poros kemudi atau tengah- tengah cagak kemudi pada kapal yang tidak memiliki poros kemudi .Panjang ini tidak kurang dari 96 % dan tak lebih dari 97 % panjang pada sarat musim panas maksimum dan merupakan panjang yang ditentukan oleh biro klasifikasi dimana kapal tersebut dikeluarkan.
2. LEBAR : Ialah lebar kulit kapal bagian dalam terbesar yang diukur dari bagian sebelah dalam kulit kapal. Lebar ini juga merupakan lebar menurut ketentuan biro klasifikasi di mana kapal tersebut dikelaskan.
3. DALAM : Ialah jarak tegak yang dinyatakan dalam meter pada pertengahan panjang kapal diukur dari bagian atas lumas sampai bagian atas balok geladak dari geladak jalan terus teratas
4. TENGAH-TENGAH KAPAL : Ialah Pertengahan panjang Yang diukur dari bagian depan linggi haluan
5. Lebar terdaftar ( Registered Breadth )Ialah Lebar seperti yang tertera di dalam sertifikat kapal itu. Panjangnya sama dengan lebar dalam ( Moulded Breadth )
6. Lebar Tonase ( Tonnage Breadth )Ialah Lebar sebuah kapal dari bagian dalam wilah keringat lambung yang satu sampai ke bagian dalam wilah keringat lambung lainnya, diukur pada lebar terbesar dan sejajar lunas
7. Dalam(Depth):
Ialah jarak tegak diukur dari titik terendah badan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut . Jarak ini merupakan dalam menurut Biro Klasifikasi dimana kapal tersebut dikelaskan .
8. Dalam tonnase Ialah Dalam yang di hitung mulai dari alas dasar dalam sampai geladak lambung.

UKURAN TEGAK ( VERTIKAL :
1. Sarat Kapal Ialah Jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Jarak ini sering di istilahkan dengan sarat moulded.
2. Lambung bebas (Free Board ) : Ialah jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis deck ( Deck Line )




PENGERTIAN TONASE :
Kapal ialah sebuah benda terapung yang digunakan untuk sarana pengangkutan di atas air.
Besar kecilnya kapal dinyatakan dalam ukuran memanjang, membujur, melebar, melintang, tegak, dalam dan ukuran isi maupun berat.
Guna dari ukuran – ukuran ini untuk mengetahui besar kecilnya sebuah kapal, besar kecilnya daya angkut kapal tersebut dan besarnya bea yang akan dikeluarkan.


TONASE SEBUAH KAPAL DAPAT DIPERINCI Sbb :
1. Isi kotor ( Gross Tonnage) GT
2. Isi kotor besarnya tertera di sertifikat kapal itu, Isi kotor merupakan jumlah
3. Isi ruangan di bawah geladak ukur atau geladak tonase
4. Isi ruangan / tempat – tempat antara geladak kedua dan geladak atas
5. Isi ruangan – ruangan yang tertutup secara permanen pada geladak atas atau geladak di atasnya
6. Isi dari ambang palka (1/2 % dari BRT kapal )
7. Isi atau volume ruangan di bawah geladak ukur mengandung pengertian volume dari ruangan - ruangan yang dibatasi oleh :
8. Disebelah atas oleh geladak jalan terus paling atas
9. Di sebelah bawah oleh bagian atas dari lajur dasar dalam.
10. Di sebelah samping oleh bagian sebelah dalam gading – gading.
DISPLACEMENT = Berat Benaman Jumlah berat kapal dan segalanya yang ada pada kapal tersebut dan di nyatakan dalam Longton
LOADED DISPLACEMENT = Berat Benaman dimuati Penuh Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal tersebut dimuati sampai mencapai sarat maximum yang diijinkan .
LIGHT DISPLACEMENT = Berat Benaman Kapal Kosong Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal kosong tanpa muatan
VOLUME OF DISPLACEMENT= Isi Benaman
Jumlah berat kapal dan semuanya yang ada pada kapal tersebut pada saat kapal kosong tanpa muatan
DEAD WEIGT TONNAGE ( DWT = daya angkut / muat kapal )Selisih antara Loaded Displacement – Light Displacement

CARGO DWT = Cargo Carrying Capasity Kemampuan kapal untuk mengangkut muatan ( Jumlah muatan yang bisa di bawa )
BALE CAPASITY Volume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini untuk muatan general cargo
GRAIN CAPASITYVolume ruang muat, dinyatakan dalam kaki kubik, dimana kapasitas ini untuk muatan curah ( Beras, Biji Besi , dll )
GRT ( GROSS TONNAGE = Brutto Register Ton =BRT )Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan isi sejumlah ruangan tertentu untuk keamanan kapal ( deducted spaces )
NRT ( NET TONNAGE = Netto Register Ton = Isi Bersih )Volume atau isi sebuah kapal dikurangi dengan jumlah isi ruangan – ruangan yang tidak dapat di pakai untuki mengangkut muatan .

TONNAGE PERLENGKAPAN ( Equipment tonnage )Tonase yang diperlukan oleh Biro Klasifikasi untuk menentukan ukuran dan kekuatan alat – alat labuh, seperti jangkar, rantai jangkar, derek jangkar dan lain – lain.
TONNAGE TENAGA ( Power Tonnage )Berat kapal kotor di tambah PK mesin kapal itu ( BRT + PK Mesin )
MODIFIED TONNAGE adalah Kapal yang mempunyai tonnase yang lebih kecil dari yang seharusnya dimiliki. Untul menjamin keselamatan kapal tersebut terjadilah perubahan di dalam perhitungan tonase kapal tersebut. Perhitungan tonasenya sama dengan kapal yang geladak antaranya tertutup secara permanen


BIRO KLASIFIKASI
BIRO KLASIFIKASI adalah sebuah Badan Hukum dalam bidang jasa yang berusaha dalam pengelasan ( class ) kapal – kapal yang sedang dibangun, sudah dibangun atau yang sedang beroperasi dalam hal yang berkaitan dengan konstruksi badan kapal, mesin kapal, termasuk pesawat bantu ( auxileary engine )
Kegiatan Biro Klasifikasi :
1. Pengetesan peralatan maupun perlengkapan kapal yang ada sangkut pautnya dengan kelas kapal, baik lambung maupun mesin
2. Pengadaan survey – survey pada waktu tertentu atau pada waktu yang diminta seperti survey tahunan, survey kerusakan, dsb.
3. Pemberian sertifikat – sertifikat kelas maupun sertifikat statutory yang sangat berguna untuk kepentingan charter kapal, jual beli dan asuransi kapal, dsb.
Biro Klasifikasi Indonesia
Suatu Badan Hukum yang dimodali oleh Pemerintah dengan bentuk Perum yang dikelola oleh Manajemen tersendiri.
Sesuai dengan SK MenHubLa RI no. Th. 1/17/1 tertanggal 26 september 1964, tugas BKI adalah :
1. Mengelaskan kapal – kapal yang dibangun di bawah pengawasan BKI baik selama pembuatannya maupun setelah beroperasi.
2. Berwenang untuk menetapkan dan memberikan tanda – tanda lambung timbul pada kapal – kapal tersebut.
3. Mengeluarkan sertifikat garis muat pada kapal – kapal berbendera Nasional yang dikeluarkan pada BKI

Tanda – tanda Kelas Pada BKI
Untuk Lambung - Kelas Tertinggi A 100 1 - Kelas Terendah A 90 II atau Maltese Cross atau Tanda Manggis berarti kapal tersebut dibangun dibawah pengawasan BKI
Angka 1000 berarti pemeliharaan dan konstruksi lambung memenuhi persyaratan dan ketentuan tertinggi BKI
I ; berarti mesin jangkar dan rantai jangkar dan tali muat memenuhi persyaratan BKI
II ; berarti kurang memenuhi persyaratan BKI


Untuk Mesin ,
SM artinya mesin Induk dan Bantu memenuhi pesyaratan BKI.
SM artinya Mesin Induk dan Bantu kurang memenuhi persyaratan
BKI ( kelas terendah )
SM artinya memenuhi persyaratan kelas tertinggi.
Untuk kapal – kapal bukan Samudra di belakang kelasnya di berikan catatan : P = Pelayaran Pantai
L = Pelayaran Lokal
T = Pelayaran Terbatas
Di dalam pengawasan yang dilakukan Biro Klasifikasi hal – hal yang
Diutamakan ialah Hull ( lambung ) dan Machinery ( permesinan )

MERKAH KAMBANGAN
( PLIMSOLL MARK )
Ialah Sebuah tanda pada kedua lambung kapal untuk membatasi sarat maksimum. Tanda ini dibuat dengan maksud agar setiap kapal membatasi berat muatan yang diangkutnya sesuai dengan jenis kapal dan musim yang berlaku di tempat dimana kapal tersebut berlayar
GARIS Dek ( Deck Line )
Garis dek merupakan sebuah garis datar yang sisi atasnya berimpit dengan sisi atas dari geladak lambung bebas ( Free Board Deck ) di
Tengah panjang garis muat kapal.
PENAMPANG MELINTANG & MEMBUJURPenampangsebuah kapal dibedakan atas Penampang Melintang dan Membujur Bentuk dari penampang ini tergantung dari tipe kapal dan kegunaan dari kapal tersebut.
Penampang Melintang adalah Suatu gambaran yang jelas mengenai kaitan antara tipe kapal, sistem kerangka yang digunakan serta perbedaan yang nyata mengenai perkuatan - perkuatan dan jumlahnya pada konstruksi bagian kapal yang mendapat tekanan terbesar yaitu dasar berganda.

Konstruksi haluan dan buritan
Definisi Pengertian Kontruksi Haluan Dan Buritan Kapal
Konstruksi Haluan

Haluan sebuah kapal merupakan bagian yang paling besar mendapat tekanan dan tegangan-tegangan, sebagai akibat terjangan kapal terhadap air dan pukulan-pukulan ombak. Untuk mengatasi tegangan-tegangan tersebut, konstruksi haluan sebuah kapal harus dibangun cukup kuat dengan jalan :
1. Di depan sekat pelanggaran bagian bawah, dipasang wrangwrang terbuka yang cukup tinggi yang diperkuat dengan perkuatan-perkuatan melintang dan balok-balok geladak

2. Wrang-wrang dipasang membentang dari sisi yang satu ke sisi lainnya, dimana bagian atasnya diperkuat lagi dengan sebuah flens. Pada bagian tengah-tengah wrang secara membujur dipasang penguat tengah (center girder) yang berhenti pada jarak beberapa gading linggi depan.
3. Pada bagian di depannya, kulit kapal menjadi sedemikian sempitnya hingga tidak perlu dipasang penguat tengah lagi.
4. Gading-gading pada haluan, biasanya jaraknya lebih rapat satu sama lain. Pada jarak lebih 15 % panjang kapal terhitung dari linggi depan, gading-gading pada bagian bawah (deep framing) diperkuat, ( 20 % lebih kua) kelingannya lebih rapat, jugat pelat lutut antara gadinggading dengan kulit kapal dipertebal. Lajur-lajur di dekat lunas, pelatnya dipertebal


Gambar Penampang Samping Depan
Gambar Macam-macam bentuk haluan
Gambar Penampang membujur


Keterangan :

b.1. Bentuk Eliptik.
b.2. Bentuk Jelajah (Cruiser) dengan kemudi imbang.
b.3. Bentuk Jelajah (Cruiser) dengan kemudi gantung.
b.4. Bentuk Balok Lintang (Transom)


Sebagai modifikasi dari bentuk-bentuk buritan yang ada maka terdapat 2 (dua) bentuk buritan lain masing-masing :
- buritan eliptika (eleptical stern)
- buritan rata (flat stern)


Gambar Bentuk Modifikasi Buritan Kapal
Penjelasan Tentang Konstruksi Buritan :

Bingkai baling-baling kapal modern umumnya terbuat dari bajabaja tuang yang dibentuk streamline atau kadang-kadang terbuat dari pelat baja berat yang dialas secara terpadu. Bentuk dan tipenya sangat bergantung sebagian besar dari jenis kemudi yang dipasang. Bagian buritan sebuah kapal konstruksinya hampir sama dengan dengan konstruksi di bagian haluan, dengan perbedaan bahwa tinggi susunan balok-balok geladak tambahan 2,5 meter, pelat-pelat yang menghubungkan ujung-ujung senta disebut “crutches“.
Bagian buritan diatas linggi kemudi, makin membesar untuk mana perlu diberi perkuatan khusus berupa sebuah tatanan yang disebut “ transom “ yang terdiri dari wrang yang kuat dan
berat (wrang penuh) yang mengikat secara kuat linggi kemudi, dan gading-gading melintang serta blok-blok geladak yang saling dihubungkan satu sama lain secara terpadu. Wrang ini disebut transom floor, gading-gading yang memperkuat daerah ini disebut transom frame dan balok-balok geladaknya disebut transom beam.

Gambar Kontruksi Buritan Kapal


GAMBAR BANGUNAN KPL PRALA
Gambar Bagian Tengah Kapal
Gambar KapalMuatan Curah




Penampang melintang pada bagian tengah kapal, dengan wrang penuh (kiri), dan dengan wrang terbuka (kanan)

Gambar Tentang Ketentuan SOLAS '74 Mengenai Dasar Berganda

Gambar Lunas Kapal (Ship's Keel)




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMoxuEyhYUDsUWlnDTIVa7f2S7ysL7_r5IuKC9_pDKLcGUJGPfvYoOW6la6x0WpGb2xBrC52Kld6PFSFo40hvYySpkB0q22xltE7c0ibfeuv-JIZ91fLWJPGdslbfSn2uiN9WITvwnokiU/s320/KAPAL+PRA+PRALA3.gif
Gambar Lunas Samping (Bilge Keel)

Gambar Bentuk (Profil) Gading-Gading



UKURAN POKOK KAPAL
Ukuran pokok kapal (ship main dimension)

Ukuran kapal (ship main dimension) merupakan nilai-nilai yang menyatakan dimensi atau ukuran sebuah kapal, selama ini saya melakukan kesalahan besar dalam penyusunan blog, saya telah melangkah jauh membahas tentang kapal membuat saya lupa mempostingan ukuran kapal. padahal kalau kita mau merancang dan menggambar sebuah kapal yang paling dasar kita sangat membutuhkan data ukuran kapal ini. ukuran kapal dapat di lihat dari 2 sisi yaitu dari sudut pandang memanjang dan melintang kapal baik panjang kapal, lebar kapal dan lain-lain. berikut adalah ukuran kapal yang saya kumpulkan dari beberapa sumber.

Panjang kapal


1.            Loa (Length over all) Adalah panjang kapal keseluruhan yang diukur dari ujung buritan sampai ujung haluan.
2.            Lwl : Panjang garis air kapal (Length of water line) Adalah jarak mendatar antara ujung garis muat ( garis air ), yang diukur dari titik potong dengan linggi buritan sampai titik potongnya dengan linggi haluan dan diukur pada bagian luar linggi buritan dan linggi haluan.
3.            LBP (Length between perpendiculars) adalah ukuran kapal, Panjang antara kedua garis tegak buritan dan garis tegak haluan yang diukur pada garis air muat.
4.            AP : Garis tegak buritan ( After perpendicular ) Letaknya pada linggi kemudi bagian belakang atau pada sumbu poros kemudi.
5.            FP : Garis tegak haluan ( fore perpendicular ) Adalah merupakan perpotongan antara linggi haluan dengan garis air muat.
ukuran kapal (tampak memanjang)

Ukuran Lebar Kapal.

1.            B : Breadth ( lebar yang direncanakan ) Adalah jarak mendatar dari gading tengah yang diukur pada bagian luar gading. ( tidak termasuk tebal pelat lambung ).
2.            Bwl : Breadth of water line ( lebar pada garis air muat ) Adalah lebar yang terbesar yang diukur pada garis air muat kapal.
3.            Boa : Breatdh over all ( lebar maksimum ) Adalah lebar terbesar dari kapal yang diukur dari kulit lambung kapal disamping kiri sampai kulit lambung kapal samping kanan.

ukuran kapal (tampak depan)

Ukuran Tinggi Geladak kapal

H ( D )
 Depth ( tinggi terendah dari geladak ). Adalah jarak tegak dari garis dasar sampai garis geladak yang terendah, umumnya diukur di tengah – tengah panjang kapal.



Sarat Kapal.

T : Draft ( sarat yang direncanakan ). Adalah jarak tegak dari garis dasar sampai pada garis air muat.

Postingan yang sangat sederhana ini saya rasa sangat penting, apa gunanya kita membahas kapal secara mendalam sedangkan dasarnya salah satu contoh ukuran kapal kita tidak tau. Menurut pengalaman saya banyak kejadian yang aneh ketika kita di tanyakan tentang ukuran kapal. salah satu kasus pada saat ujian komprehensif (seminar pertanggung jawaban tugas perancangan kapal) kita gesit menjelaskan tentang seluk beluk kapal, alat-alat kapal, sistem pipa maupun listrik kapal, eh pada saat di tanya masalah ukuran utama kapal malah tidak mengerti (kejadian ini sangat sering terjadi, mungkin karna gugup atau entah lah..). ayo belajar kapal mulai dasar dan kita melangkah step by step mulai lah dari ukuran kapal


Rabu, 05 September 2012

AL-KHUJANDI - KREASI ASTRONOMI ( ASAL MULA SEXTANT )


Beragam instrumen astronomi tercipta. Sejarah mencatat observatorium pernah berdiri di Baghdad pada abad kesembilan. Umat Islam juga mencipta astrolabe yang digunakan untuk menentukan letak matahari dan bintang. Di luar itu, masih ada lagi instrumen astronomi kreasi ahli astronomi Muslim. Kreasi itu adalah sextant.
Alat ini berfungsi untuk mengukur kecondongan dataran garis ekliptik secara lebih akurat. Sextant dinding dirancang oleh seorang astronom Muslim bernama Abu Mahmud Hamid al-Khujandi. Ia terlahir pada 940.
Nama belakangnya, Khujandi, dinisbatkan terhadap kota asalnya Khudzhand di Rey, Persia. Wilayah kota itu tepatnya berada di tepian Sungai Syrdara. Masa awal kehidupannya tidak banyak diketahui. Namun melalui komentar Nasir al-Din al-Tusi, astronom terkemuka dari abad ke-10, tersingkap bahwa tokoh itu juga seorang ahli matematika andal.
Seperti ditulis sejarawan sains JJ Connor dan EF Robertson dalam buku The Impact of Muslim Science, karier intelektual al-Khujandi berlangsung seiring era kekuasaan Dinasti Buwaihi. Saat itu, pemimpinnya adalah Ahmad ad-Dawlah, yang naik tahta pada 945. Al-Khujandi pun mengabdikan diri pada salah satu keturunan dinasti ini, yakni Fakhr ad-Dawlah (976-997).
Menurut JJ Connor dan EF Robertson, sang penguasa mendukung penuh al-Khujandi dalam mengembangkan bidang astronomi. Berbekal restu tersebut al-Khujandi lantas membangun fasilitas observatorium pribadi yang cukup besar di Kota Rey.
Setelah itu, ia melengkapi observatoriumnya dengan sebuah peralatan hebat. Al-Khujandi menyebut temuannya itu sebagai al-suds al-Fakhr atau al-Fakhri sextant. Ini merupakan instrumen astronomi yang dimensinya cukup besar dan berat.
Berbeda dengan teropong bintang yang fungsinya untuk mengamati benda-benda langit, sextant hasil inovasi al-Khujandi digunakan untuk menentukan posisi atau menghitung jarak. Peralatan yang sama juga kerap dipakai dalam dunia pelayaran.
Instrumen terbesar
Dikatakan lebih jauh oleh JJ Connor dan EF Robertson, sextant dinding buatan al-Khujandi termasuk instrumen astronomi terbesar yang pernah ada di dunia Islam abad pertengahan. “Akurasi perhitungannya juga sangat hebat,” kata keduanya.
Sextant dinding (mural sextant) milik al-Khujandi telah sanggup membuat rincian secara per detik. Padahal sebelumnya, peralatan hitung jarak serupa hanya bisa memaparkan perhitungan dalam skala derajat dan menit. Hal ini dikonfirmasi oleh sejumlah ilmuwan dan astronom Muslim terkemuka semisal al-Biruni, al-Marakushi, hingga al-Kashi.
Instrumen ini diletakkan miring sekitar enam derajat di antara dua dinding, mengikuti garis meridian utara-selatan. Laman wikipedia mengungkap, radius sextant dinding ini mencapai jarak 20 meter, dan menjadi yang terpanjang sebelum dikembangkan oleh Ulugh Beg dengan radius 40,4 meter pada abad ke-16.
Alat itu dibangun menggunakan rangka kayu dikombinasi dengan bahan kuningan. Karena cukup berat, fondasinya harus kuat sehingga harus memakai bahan besi. Hal ini terutama agar dudukan sextant tidak mudah bergeser saat digunakan yang bisa memengaruhi hasil perhitungan. Sextant bisa diatur posisinya disesuaikan dengan objek yang menjadi sasaran. Biasanya, pengerjaan perhitungan dengan sextant dinding melibatkan dua orang. Yang seorang bertindak sebagai na vigator dan lainnya adalah asisten.
Dijelaskan JJ Connor dan EF Robertson lagi, navigator mengarahkan posisi sextant ke arah matahari, bintang atau bulan, dan melihat benda angkasa itu lewat kaca pembesar. Kemudian disesuaikan dengan garis horizontal serta memperkirakan ketinggian objek. Karena memakai kaca pembesar, dari hitungan al-Khujandi, sudut hitung dua kali lebih besar dari ukuran sextant. Maka, navigator pun harus menentukan posisi busur 120 derajat serta sudut 60 derajat.
Al-Khujandi meneliti serangkaian perubahan garis meridian balik matahari pada 994. Ia ingin menghitung ketepatan sudut ekliptik (garis bintang yang terpancar hingga setahun penuh) dan ketinggian dari wilayah Rey. Hasil perhitungannya dicatat pada artikelnya mengenai posisi lintang dan bujur tempat-tempat di ber bagai wilayah.
Al-Khujandi memaparkan, peradaban India menetapkan garis ekliptik sekitar 24 derajat dan Ptolemeus, ilmuwan Yunani, sebesar 23 derajat dan 51 menit. Sedang -kan, ia punya hitungan 23 derajat, 32 menit, 19 detik. Perbedaan itu, kata dia, bukan disebabkan faktor instrumen yang dipakai. “Tapi karena garis edar ekliptik memang senantiasa berubah, menyesuaikan dengan penurunan kuantitas,” kata al-Khujandi.
Di antara karya paling terkenal milik ilmuwan ini adalah buku berjudul Risala fi A’mal al-Amma (Buku Petunjuk Konstruksi Instrumen Bintang). Ia tak hanya membahas sextant dinding ciptaannya, tapi juga alat observasi lain yang dibuatnya, semisal astrolabe atau shamila.
Helaine Slaine melalui bukunya Encyclopedia of the History of Science, Technology, and Medicine mengatakan, al-Khujandi membuktikan kapasitas dirinya sebagai perancang instrumen astronomi yang mumpuni. Astrolabe miliknya tidak terlalu besar sehingga bisa dibawa-bawa.
Astrolabe sangat penting untuk menghitung ketinggian matahari. Alat ini juga mampu menunjukkan posisi benda-benda angkasa secara tepat. Keunggulan astrolabe kreasi al-Khujandi adalah dapat digunakan di wilayah yang lebih luas dari astrolabe yang ada sebelumnya.ed: wachidah handasah
Dipuji Para Astronom Besar
Meski tidak setenar astronom terkemuka seperti al-Battani, al-Biruni, Jabir ibn Aflah, dan lainnya, nama al-Khujandi cukup diperhitungkan di ranah astronomi Islam pada abad pertengahan. Para astronom besar memberikan komentar terhadap karya dan pemikiran tokoh tersebut.
Inovasi al-Khujandi berupa instrumen sextant mendapat banyak pujian. Salah satunya dari al-Biruni yang tertera pada risalahnya yang berjudul Geodesy. Kata al-Biruni, “Alat itu ditempatkan di Gunung Tabarak di Rey dan sangat penting untuk mengukur perkiraan jarak matahari dan garis ekliptik.”
Perhitungan ekliptik yang dilakukan al-Khujandi berhasil mencatat angka 23 derajat, 32 menit, 19 detik. Di sini, ada perbedaan dengan pengukuran dari ilmuwan Hindustan maupun Ptolemeus.

Hal itu tidak luput dari perhatian sejumlah astronom. Melalui karyanya bertajuk Tahdid, al-Biruni melihat perkiraan dari al-Khujandi lebih rendah sekitar dua menit. Al-Biruni menduga posisi sextant sempat bergeser beberapa inci karena dimensinya yang cukup berat. Namun, al-Biruni yang juga menguasai ilmu matematika, kedokteran, sejarah, geografi, dan bahasa itu memuji keakuratan perhitungan posisi Kota Rey, yakni 35 derajat, 34 menit, dan 38 detik.
Tak hanya ilmuwan klasik, para sejarawan kontemporer masih mengagumi teknologi yang terdapat pada alat sextant itu. CE Bosworth melalui bukunya History of Civilization of Central Asia mengatakan, instrumen ini mengusung prinsip kerja yang sama sekali baru. Dijelaskan, objek matahari tidak diamati secara langsung dengan mata, namun menggunakan kaca dioptik. Penempatan alat itu berada di bagian teratas dari kotak gelap pada sextant sehingga matahari lantas ditangkap dalam wujud bayangan yang disesuaikan dengan skala ukur sextant.
Kegemilangan alat buatan al-Khujandi bertahan hingga beberapa abad kemudian. Ilmuwan besar Ulugh Beg pada 1420 mengembangkan sextant itu sehingga menjamin keakuratannya. Ia membangun sextant yang serupa dengan karya milik al-Khujandi di Gunung Kuhak, Samarkand.
Ulugh Beg membuat instrumen yang lebih besar. Dimensinya mencapai 84 meter. Selain itu, sextant ini juga mengusung fungsi sebagai kuadran. Beberapa alat lain yang diaplikasikan pada observatorium Ulugh Beg antara lain sinus kuadran, lensa dioptik, dan kuadran azimut.[republika]

Subhanallah… Inilah Foto Janin di Dalam Rahim


Jutaan keajaiban sudah tercipta seiring dengan tumbuhnya embrio dalam rahim seorang wanita. Pernahkah kita membayangkan wajah mereka di dalam rahim?
Hidayatullah.com–Ketika foto embrio manusia yang sedang berkembang karya Lennart Nilsson pertama kali ditampilkan di majalah Life pada tahun 1965, gambarnya menimbulkan kehebohan. Hanya dalam hitungan hari, sebanyak 8 juta segala hasil cetakan (koran/majalah) yang memuatnya terjual habis.
Embrio berusia 5 minggu. Diperkirakan panjangnya 9 mm. Tahap pembentukan wajah, dengan mulut yang terbuka, lubang hidung dan mata
Dalam Basic Human Embryology oleh Williams P, rujukan yang biasa dipakai dalam bidang embriologi, dikatakan, “”Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.”
Berusia 8 minggu, embrio yang berkembang pesat dilindungi dengan baik oleh kantung amnion

Teknologi maju memungkinkan gambar embrio yang sedang berkembang diambil dengan hasil yang lebih jelas dan lebih besar. Gambar bisa diambil dengan menggunakan kamera konvensional yang dilengkapi lensa mikro. Atau bisa juga menggunakan alat endoskopi. Teknologi pemindaian mikroskop elektron memungkinkan Nilsson mengambil ratusan atau bahkan ribuan gambar embrio yang mengagumkan.
Janin berusia 10 minggu. Kelopak matanya semi tertutup, yang akan tertutup total dalam beberapa hari kemudian

Gambar-gambar karya Nilsson dikumpulkan dalam sebuah buku yang diberi judul “A Child is Born”.

Bagi umat Islam, kabar mengenai perkembangan janin yang sangat menakjubkan bukan hal yang sangat mengejutkan, karena Al-Qur’an sudah memberitahukannya sejak belasan abad lalu.
Janin sekarang bisa menggenggam, meraih, dan menarik tali pusar yang panjang. Tulangnya masih lentur. Jaringan pembuluh darah yang sudah terbentuk bisa dilihat melalui kulit tipis yang masih tembus pandang
“… Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az Zumar:6)
Usia 18 minggu. Si Fulan sekarang panjangnya kira-kira 14 cm dan sudah bisa mendengar suara-suara di luar "dunia gelap"nya
Bahkan Allah juga sudah mewanti-wanti agar tidak membunuh anak-anak yang dikaruniakan kepada manusia. “Sesungguhnya RabbMu yang membentangkan rezeki bagi siapa yang Ia kehendaki dan takdirkan. Sesungguhnya Ia Maha mengetahui hamba hambaNya lagi Maha Melihat. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut lapar, Kami-lah yang memberi rezeki mereka dan kamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah kesalahan yang besar.” (QS.Al-Isra’:30-31)
Usia 20 minggu. Si Fulan panjangnya 20 cm. Rambut yang dikenal dengan istilah lanugo, mulai tumbuh memenuhi seluruh kepalanya
Awal tahun 2006 di Inggris marak perdebatan masalah aborsi. Sebagian besar wanita Inggris menginginkan Undang-Undang Aborsi diperketat agar para wanita semakin sulit atau bahkan tidak mungkin melakukan aborsi.
Survei yang dilakukan oleh MORI ketika itu menunjukkan bahwa 47 persen wanita yakin bahwa batas waktu maksimal bisa dilakukan aborsi, yaitu janin 24 minggu, harus dikurangi. Sebanyak 10% wanita bahkan menginginkan agar praktik aborsi dilarang sama sekali.
42% dari total responden (laki-laki dan perempuan) menginginkan agar usia janin yang boleh diaborsi dikurangi.
Kiranya apa gerangan yang membuat mereka ingin aborsi diperketat atau bahkan dilarang. Bukankah mereka adalah masyarakat yang permisif dengan hubungan di luar nikah dan seks bebas?
Jawabannya, karena ketika masalah pembahasan Undang-Undang Aborsi mulai memanas, beredar gambar janin si Fulan yang sedang tersenyum manis dan meringis di dalam rahim ibunya.
Usia 23 minggu janin bisa tersenyum manis
Gambar janin berusia 23 minggu hasil pemotretan dengan alat ultrasonografi itu telah menyadarkan masyarakat akan realita aborsi dan keberadaan janin-janin tak berdosa di tengah-tengah mereka.
Namun sayangnya, mesin-mesin perang Amerika Serikat dan sekutunya tanpa ampun merenggut keindahan janin-janin tak berdosa, bahkan jauh sebelum mereka berbentuk. Akibat depleted uranium dan fosfor yang digunakan dalam perang di Iraq, Afganistan, Palestina, Kosovo dan lainnya, banyak bayi yang mati dan dilahirkan dalam keadaan cacat yang mengerikan.












TANGISAN RASULULLAH SAW


bismilahirahmanirahim..
kawanku semua yang dirahmati Allah, siapa diantara kalian yang tidak pernah menangis, saya yakin semua waktu kecil sering menangis, ditinggal ibu pergi nangis, di cuekin nangis, minta sesuatu nangis dulu ya semua harus nangis dulu mungkin ya waktu kecil..
namun ada apa gerangan rosulullah saw, manusia yang sudah dijamin surga baginya menangis, apa yang terjadi? sehingga air matanya mengalir, apa yang dirasakan oleh manusia yang paling dicintai Allah ini? kawan tahukah kamu….apa itu?
sebuah kisah dizaman rosulullah saw…
Saya ( ali bin abi thalib ) bersama-sama Fathimah berkunjung kerumah Rasulullah, maka kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau: “Apakah yang menyebabkan engkau menangis wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pada malam aku di Israkan ke langit, saya melihat orang-orang yang sedang mengalami penyiksaan, maka apabila aku teringat keadaan mereka, aku menangis.”
Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah engkau lihat?” Beliau bersabda:
Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apakah engkau lihat?” Beliau bersabda:
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.
2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangan dicopot dari punggungnya, aspal mendidih dari neraka dituang ke kerongkongnya.
3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya, sedang air getah kayu Zakum dituangkan ke kerongkongnya.
4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki dan tangannya kearah ubun-ubun kepalanya, serta dibelit dan dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.
5. Wanita yang memakan badannya sendiri, serta dibawahnya tampak api yang berkobar-kobar dengan hebatnya.
6. Wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.
7. Wanita yang bermuka hitam serta dia makan usus-ususnya sendiri.
8. Wanita yang tuli, buta dan bisu didalam peti neraka, sedang darahnya mengalir dari lubang-lubang badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.
9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan berbadan himmar (keledai) yang mendapat berjuta macam siksaan.
10. Wanita yang berbentuk anjing, sedangkan beberapa ular dan kala jengking masuk melalui duburnya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan malaikat sama-sama memukuli kepalanya dengan palu dari neraka.
Maka berdirilah Fatimah seraya berkata, “Wahai ayahku, biji mata kesayanganku, ceritakanlah kepadaku, apakah amal perbuatan wanita-wanita itu.” Rasulullah s.a.w. bersabda : “Hai Fatimah, adapun tentang hal itu :
1. Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan laki-laki.
2. Wanita yang digantung dengan lidahnya, kerana dia menyakiti hati suaminya, dengan kata-katanya.”
Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : “Tidak seorang wanita pun yang menyakiti hati suaminya melalui kata-kata, kecuali Allah s.w.t. akan membuat mulutnya kelak dihari kiamat selebar tujuh puluh dzira kemudian akan mengikatkannya dibelakang lehernya.”
3. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya, kerana dia menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.
4. Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tanganya itu, kerana dia keluar rumah tanpa seizin suaminya, tidak mandi wajib dari haid dan dari nifas (keluar darah setelah melahirkan).
5. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri, kerena dia bersolek untuk dilihat laki-laki lain serta suka membicarakan aib orang lain.
6. Adapun wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka, dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang banyak, dengan maksud supaya mereka (orang banyak) itu melihat perhiasannya, dan setiap orang yang melihatnya jatuh cinta padanya, karena melihat perhiasannya.
7. Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai keubun-ubunnya dan dibelit oleh ular dan kala jengking, kerana dia mampu untuk mengerjakan sholat dan puasa, sedangkan dia tidak mau berwudhu dan tidak sholat dan tidak mau mandi wajib.
8. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai (himmar), karena dia suka mengadu-domba serta berdusta.
9. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing, kerana dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.
Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda : empat jenis wanita yang berada di surga dan empat jenis wanita yang berada di neraka dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di surga adalah :
1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.
2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya.
3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya, dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.
4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar).
Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : Dan adapun empat jenis wanita yang berada di neraka adalah :
1. Perempuan yang jelek (jahat) mulutnya terhadap suaminya, jika suaminya pergi, maka ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminnya datang ia memakinya (memarahinya).
2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang ia tidak mampu.
3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik perhatian kaum lelaki).
4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur dan ia tidak senang berbakti kepada Allah, Rasul dan suaminya.
Oleh karena itu seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat (empat) ini, maka ia dilaknat termasuk ahli neraka kecuali jika ia bertaubat. Diceritakan dari isteri Khumaid As-sa-idiy bahwa ia datang kepada Rasulullah S.A.W. lalu berkata : “Hai Rasulullah sesungguhnya aku senang mengerjakan sholat bersamamu”. Beliau berkata : “Aku mengerti bahwa engkau senang mengerjakan sholat bersamaku, akan tetapi sholatmu di tempat tidurmu itu lebih baik dari pada sholatmu dikamarmu dan sholatmu dikamarmu lebih baik dari solatmu dirumahmu dan sholatmu dirumahmu lebih baik daripada solatmu di mesjidku”.  (Bagi lelaki sangat dituntut sembahyang berjemaah di mesjid)
Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sesungguhnya yang lebih disukai sholatnya perempuan oleh Allah ialah yang dilakukan pada tempat yang amat gelap dirumahnya”.
Diceritakan dari Aisyah r.a. : “Pada suatu ketika Rasulullah S.A.W. duduk di masjid, tiba-tiba masuklah seorang perempuan dari suku Muzainah yang memakai pakaian yang terseret-seret ditanah untuk perhiasan pada dirinya di dalam masjid”. Maka Rasulullah S.A.W. bersabda : “Wahai manusia laranglah isteri-isterimu dari memakai perhiasan dan memperindah gaya berjalan di dalam masjid. Kerana sesungguhnya kaum Bani Israil itu tidak dilaknat hingga mereka memberi pakaian isteri-isteri mereka dengan pakaian perhiasan dan mereka berjalan dengan gaya sombong di dalam masjid”.
Ibnu Abas r.a. meriwayatkan juga bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda : “Apabila seorang wanita keluar rumahnya dengan mempesolek dirinya serta memakai bau-bauan (sedang suaminya redha akan berbuatan yang demikian itu), maka dibangunkan untuk suaminya pada setiap langkahnya sebuah rumah di neraka.”
Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud : “Jihad seorang wanita ialah taatkan suami dan menghiaskan diri untuknya.”
Isteri tidak wajib taat perintah dan arahan suami, apabila perintah dan arahan itu bertentangan dengan hukum Allah S.W.T.
Imam Al-Ghazali menegaskan : “Seorang isteri wajib mentaati suami sepenuhnya dan memenuhi segala tuntutan suami dari dirinya sekiranya tuntutan itu tidak mengandungi maksiat.”
kawanku smua yang dirahmati Allah…..pa yang kamu lihat pada wanita -wanita muslimah di indonesia….???
coba tanyakan pada dirimu sendiri, coba kawan….???? ya rasulullah saw, apa yang engkau tangisi sekarang diperlihatkan dihadapan mata kami, dimana-mana, tidak hanya dikota -kota besar metropolitan, didesa -desa pun kian marak, berbondong-bondong malah menjadi trend masa kini apa yang engkau tangisi dilakukan pada generasi muslimah-muslimah kami saat ini, bahkan yang ngakunya terpelajarpun tidak luput darinya, ya Rosulullah apa yang harus kami lakukan, dengan kian maraknya teknologi yang menjamur bak “kacang goreng” disana sini dipertontonkan, bahkan IDOLA -IDOLA REMAJA saat ini yang ditayangkan dimedia-media syarat dengan yang kau tangisi itu, ya Rosull mau jadi apa negara indonesia yang notabene 80 % islam ini, engkau pernah bilang ” ibu adalah madrasah yang maknanya wanita adalah penentu kualitas suatu bangsa, jika disuatu bangsa wanita-wanitanya banyak yang tidak baik maka akan cepatlah kehancuran bangsa itu,indonesia gimana kawan? ada yang bisa jawab…
akankah indonesia …..???? semoga tidak…
jika akhlak dan budi pekerti kita segera diperbaiki..
“Ya Allah, ampunilah kami terhadap dosa yang terdahulu dan terkemudian, yang tersembunyi dan nyata, begitu juga dosa yang ku buat berlebih-lebihan, dan segala dosa yang mana Engkau amat mengetahuinya daripadakami, Engkaulah permulaan dan Engkaulah penyudahan, tidak ada Tuhan selain daripada Engkau, wahai Tuhan yang membolak-balikkan sekalian hati, tetapkanlah hati kami atas (pegangan kepada) agama Engkau (Islam) dan atas menjunjungi titah-Mu. Maha Suci Engkau, sesungguhnya kami ini sebahagian daripada orang yang zalim.”
“Ya Allah bahawasanya waktu duha itu duha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya Allah jika rezeki kami masih di atas langit, turunkanlah dan jika di atas bumi, keluarkanlah, jika sukar memudahkanlah, jika haram sucikanlah,jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu duha, keagungan, keindahan, kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang soleh.”
“Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah cahaya yang menerangi langit dan bumi serta seisinya, Engkau yang hak,janji-Mu adalah haq (benar), menghadap kepada-Mu itu juga haq (pasti), syurga itu haq (benar), neraka itu haq,hari kiamat itu haq,nabi itu-nabi itu adalah haq dan nabi Muhammad itu haq. Ya Allah, kepada-Mu sajalah kami berserah diri, kepada-Mu sajalah kami bertawakal, hanya pepada-Mu kami bertawakal, hanya kepada-Mu kami beriman, kepada-Mu sajalah kami bertahkim, Maka ampunilah dosa kami yang silam dan yang terkemudian, yang tersembunyi dan yang terang nyata. Engkau yang awal dan Engkau yang terakhir. Tiada Tuhan selain Engkau. dan tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah.”
“ya Allah terangilah hati-hati muslimah generasi-generasi kami maupun generasi dibawah dan diatas kami dengan cahaya kasihmu, bimbinglah hatinya tuk seraya mendekat kepadamu, ilhamkan cahaya iman kedadanya, ilhamkan pula pikiran yang baik-baik tentang engkau di kepalanya dan tuntun langkahnya kedalam jalan syurga yang engkau ridhoi…
ya Allah hanya engkaulah tempat kami meminta, bagimu segala puja dan puji….
semoga bermanfaat

Minggu, 02 September 2012

KHOTBAH IDUL FITRI 1433H ( MT.Reola Ribka )


KHOTBAH IDUL FITRI 1433H
( MT.Reola Ribka )
Rahmat Priyono

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَه، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ.
 الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَجَعَلَ عِيْدَ الْفِطْرِ ضِيَافَةً لِلصَّائِمِيْنَ وَفَرْحَةً لِلْمُتَّقِيْنَ،
 أَشْهَدُ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
صَادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْن،
 اللهم فَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلهِ وَأَصْحَابِ الْكِرَامِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا،
 أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن.

Alhamdulillah, kiranya para hamba Allah di pagi hari ini mempunyai dua perasaan yang berbeda yang mungkin bertolak belakang. Di satu sisi gembira karena baru saja selesai malakukan ibadah puasanya selama sebulan penuh, kita puasa disiang hari untuk mendirikan shalat malam (tarawih) membaca kitab suci Al-Quran dan berbagai bentuk ibadah lainnya. Nabi Muhammad saw bersabda: “Barang siapa melakukan puasa disiang hari pada bulan Ramadhan karena dorongan iman dan karena mengharap pahala dari Allah, maka Allah swt akan memberikan ampunan atas segala dosanya dimasa yang lalu. Barang siapa yang mendirikan shalat di malam hari di bulan Ramadhan karena dorongan iman dan mengharap pahala dariNya, Allah swt akan memberi ampunan atas segala dosanya dimasa yang lalu.
Perasaan sedih kita diantaranya, Karena kita telah meninggalkan Bulan Ramadhan sehingga apakah dengan sisa umur kita ini masih bisa bertemu dengan dengan Bulan Ramadhan di tahun depan. Dan perasaan sedih karena disaat menjalankan Hari raya Idul Fitri ini jauh dari Anak istri, orang tua dan saudara.
Dilain pihak, mungkin kita pula khawatir sebab kita telah banyak melakukan banyak kegiatan ibadah selama bulan puasa, tapi kita ternyata tidak mendapat apa-apa dari bulan puasa itu. Sebagaimana Nabi Muhammad saw bersabda: “Banyak orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, tapi mereka tidak dapat apa-apa kecuali hanya lapar dan dahaga. Banyak orang yang melakukan shalat Tahajud dimalam bulan Ramadhan, tapi mereka tidak dapat apa-apa kecuali rasa mengantuk.

Kita yakin bahwa setiap orang islam sadar bahwa semua bentuk ibadah-ibadah ritual dalam Islam memiliki dampak-dampak sosial dalam kehidupan kita, termasuk tentunya puasa di bulan Ramadhan. Puasa sendiri mempunyai kedudukan yang khusus dalam islam.

Seperti halnya Allah berfirman dalam Al-Qur'an, Allah swt secara langsung menghubungkan antara keimanan sesorang dengan ibadah puasanya, tapi tidak dengan shalat, ibadah haji, ataupun zakat. Kenapa Allah swt menempatkan kedudukan ibadah puasa mempunyai hubungan langsung dengan Iman kita, ini menunjukan bahwa ibadah puasa adalah suatu ibadah yang mempunyai hubungan pribadi antara Allah swt dengan umatNya. Sabda Nabi Muhammad saw dalam hadits Qudsi: Semua kegiatan amal ibadah sudah diturunkan lewat semua keturunan Nabi Adam saw kecuali puasa, sebab puasa hanyalah untukKU, dan akan saya beri pahalanya langsung nanti dihari kemudian. Inilah janji Allah swt.

Itulah sebabnya saudara-saudara sekalian, tujuan utama dari puasa adalah untuk meningkatkan rasa taqwa yang lebih tinggi kepada Allah swt. Dan taqwa adalah level yang tertinggi dari karakter manusia, sebagai sarana menuju kepada kemuliaan yang tertinggi didalam masyarakat. Sebagaimana Allah swt katakan dalam Al-Qur'an: "Yang termulia di antara kalian disisi Allah swt adalah yang paling bertaqwa.”

Nabi Muhammad saw juga bersabda: Tiada kelebihan suku/bangsa Arab di atas suku/bangsa yang bukan suku bangsa Arab, dan tiada superioritas non Arab di atas Arab kecuali dengan ketaqwaan semata. Kalau hal ini kita tarik dalam kenyataan hidup kita saat ini, maka tiadalah superioritas orang perorang atau bangsa tertentu kecuali dengan ketakwaan semata.
Allahu Akbar- Allah Akbar- Allahu Akbar 3X
Allahu Akbar walillahilhamd
Ikhwanul Muslimin yang berbahagia.

Ada beberapa indikasi keberhasilan puasa yang telah kita lakukan:

Pertama: Meningkatkan keikhlasan.

Sebagaimana tadi dikatakan bahwa ibadah puasa adalah suatu ibadah yang sangat personal sifatnya antara seorang hamba dengan Allah swt. Untuk itu, puasa sudah seharusnya melahirkan prilaku iklhlas yang tinggi dalam diri seorang hamba.
Seperti Doa yang biasa kita baca dalam Sholat  “Inna sholati wanusuki wamahyaya wa mamatii lilla hirobbil’alamiim” Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku , hanya untuk Allah penguasa alam semesta”

Prilaku ikhlas ini akan menghindarkan seseorang dari "kesyirikan" halus, termasuk kesyirikan kejiwaan, di mana seseorang terkadang mencita, membenci bukan lagi karena Allah tapi demi seseorang. Padahal, Rasulullah menggariskan bahwa persyaratan untuk mendapatkan cinta Allah adalah karena mencintai dan atau membenci karena Allah semata. Jadi dengan melakukan ibadah puasa itu keikhlasan kepada Allah swt akan semakin bermutu.

Kedua: Tumbuhnya Rasa Perduli dan Tanggung jawab

kita yakin bahwa Allah swt mengetahui dan melihat segala hal yang kita lakukan. Sesungguhnya tiada yang tersembunyi dari Allah SWT. Allah swt mempunyai kemampuan segala-galanya, Allah swt mengawasi tindak tanduk kita.

Diantaranya contoh Umar dapat menjadi tauladan bagi kita, bahwa suatu ketika beliau sedang melakukan inspeksi di saat beliau menjabat sebagai khalifah, menemukan seorang ibu yang seolah sedang memasak dengan kobaran api yang besar. Sementara anak-anaknya di sekelilingnya pada menangis. Beliau mendekat dan menanyakan, apa gerangan yang terjadi. Maka serta merta, sang perempuan yang tidak sadar kalau yang hadir disampingnya adalah Khalifah, mencaci dan mengutuk Khalifah Umar. Jawab perempuan itu ,”Khalifah  tidak bertanggung jawab, tidak punya perhatian sehingga kami kelaparan. Kami tidak memiliki apa-apa untuk di masak. Umar bertanya: "Lalu masak apakah kamu?" Perempuan itu menjawab:
"Saya merebus batu-batu dengan api ini agar anak-anak saya terhibur". Mendengar jawaban itu, segera Umar kembali ke "baitul maal" mengambil sekarung gandum dan beberapa lauk pauk. Karung itu dipikul sendiri oleh Umar, sehingga beberapa sahabat yang menemuinya di jalan berkeinginan agar karung itu diambil dari sang Kahlifah dan sahabat itu yang akan membantu memikulnya. Namun dengan tegas Umar menjawab: "Tidak, di hari kiamat nanti, anda tidak mungkin mengambil dariku dan memikul tanggung jawab ini".
Umar membawa gandum tersebut ke perempuan, lalu dimasakkannya, dan kemudian disuapinya anak-anaknya. Setelah semua itu dilakukan, segera perempuan itu dengan rasa malu bertanya: "Siapa gerangan engkau?". Umar menjawab: "Saya adalah orang yang engkau katakan tidak bertanggung jawab tadi. Saya melakukan ini karena mungkin apa yang engkau katakan tadi adalah betul. Untuk itu, mohon maaf dan semoga Allah mengampuniku karena kelalaianku".

Itulah kiranya prilaku seorang pemimpin yang punya "Rasa peduli". Dia akan merasa bertanggung jawab, tidak saja kepada rakyatnya tapi lebih penting adalah kepada Allah SWT diakhirat nanti. Bahkan sejak itu, Umar mengeluarkan pernyataan yang dicatat oleh sejarah: "Seandainya ada seekor keledai mati karena kelaparan di daerah Palesitina, maka aku akan bertanggung jawab di akherat nanti".

Saudara-sudara sekalian, kisah Umar r.a ini dapat kita jadikan barometer dari sukses tidaknya kita meraih makna puasa di masa-masa mendatang. Kalau semangat untuk untuk jujur semakin meningkat, semangat untuk takut karena ada "Allah swt" yang selalu mengawasi setiap saat. Dan semoga puasa telah membawa makna positif dalam kehidupan kita. Jika tidak, maka berarti kita telah gagal untuk meraih buah moral dari puasa Ramadhan lalu.

Ketiga: Tumbuhnya Kepedulian Sosial

Puasa adalah "riyadhah mubasyarah" (latihan langsung) untuk merasakan kepedihan dan rintihan mereka yang kurang beruntung. Kita lapar, kita dahaga, dan bahkan kita kurang tidur, semua itu melatih kita untuk menumbuhkan rasa kepedualian terhadap berbagai ketidak beruntungan hidup dari orang-orang yang ada di sekitar kita.
Islam menghendaki setiap seorang muslim untuk mengembangkan keimananya secara pribadi, kita dituntut untuk menjadi manusia yang sholeh secara individu.

Tapi pada saat yang sama, Allah tidak menghendaki kita menjadi seorang muslim yang egois. Kesalehan individu tidak pernah cukup untuk dianggap menjadi kesalehan yang sempurna dalam Islam. Oleh sebab itulah maka didalam Al-Qur'an Allah memberikan contoh bagaimana Askhabul Kahfi ketika mereka berada dalam gua. Mereka mengatakan bahwa sesungguhnya kami menyembah hanya Tuhan yang satu,
yang meng indikasikan bahwa setiap individu diantara mereka mengembangkan keimanan yang kuat. Tapi pada saat yang sama mereka juga mengatakan: "Mereka itu kaumku, telah menjadikan sembahan-sembahan selain Allah".
Artinya, seorang Muslim selain dituntut untuk menjadi hamba yang saleh secara individu, juga dituntut untuk selalu "resah" (peduli) dengan berbagai ketidak salehan yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, ketidak salehan yang cukup meresahkan umat saat ini adalah "kebodohan dan kemiskinan". Untuk itu, puasa seharusnya mempertajam jiwa kita yang harus resah dengan penderitaan sesama Muslim di sekeliling kita. Rasulullah saw mengatakan dalam haditsnya: "Tidak beriman diantara kalian, pada saat kalian tidur nyenyak karena kenyang , sementara tetangganya tidak bisa tidur karena kelaparan". Seandainya kita menengok sekali lagi, dengan semangat salam atau keinginan untuk menebarkan "kesejahteraan" kepada siapa saja di sekeliling kita , kita dapatkan betapa banyak tetangga kita yang kelaparan. Puasa yang kita lakukan ini seharusnya melahirkan suatu perasaan trenyuh/iba hati terhadap kemiskinan yang diderita oleh saudara-saudara kita.

Dalam ini, Rasulullah saw sejak 15 abad yang lalu telah mengingatkan: "Hampir saja kefakiran itu membawa kepada kekufuran". Akibatnya, betapa di bulan Ramadhan sekalipun masih ada Saudari-Saudari seiman kita ada yang melacurkan diri hanya karena tuntutan sesuap nasi. Oleh sebab itulah saudara saudara sekalian, kita dapati bahwa betapa ada orang-orang Islam yang murtad karena dua ini; Kemiskinan dan Kebodoh.

Anehnya, umat islam seringkali lalai dari situasi ini. Bahkan terkadang justeru kita melanggar ajaran mendasar dari ajaran agama kita. Untuk itu, kita harus benar jeli dalam melihat, mana ajaran Islam yang sesungguhnya dan mana budaya setempat yang terkadang dianggap ajaran mendasar dari agama kita. Sebab jika tidak, kita akan terperangkap dalam sikap yang justru merugikan ajaran Islam tapi kita merasa memperjuangkannya.


Allahu Akbar- Allah Akbar- Allahu Akbar 3X
Allahu Akbar walillahilhamd
Ikhwanul Muslimin yang berbahagia.

Keempat: Keseimbangan Hidup

Saudara-saudara sekalian, puasa seharusnya melahirkan prilaku hidup yang bertawazun (Seimbang). Kehidupan yang tidak imbang akan melahirkan beberapa bahaya:
Betapa tidak, banyak orang lalai akan mati hanya karena terlalu cinta dalam kehidupan ini. Menjadikan kezaliman-kezaliman dalam hidup, termasuk zalim pada diri sendiri dan pengingkaran terhadap Allah swt.

Kelima: Sukses dengan Laelatul Qadr

Indikasi terakhir berhasil tidaknya puasa kita Ramadhan ini adalah, mampukah kita keluar dari Ramadhan ini dengan "laelatul Qadr?". Mampukah kita keluar dengan kekuatan malam itu? Tapi apakah kekuatan malam itu? Apakah shalat sunnah kita? Apakah dzikir kita? Sebenarnya jawaban yang paling tepat adalah kita keluar dengan sebuah "arti kekuatan" yang didatangkan pada malam itu, dan itulah dia Al-Qur'an. Maka seharusnya umat Islam, setelah berakhirnya Ramadhan ini kembali melakukan "Perubahan hidup yang baik" dengan kekuatan Al Qur'an. Kita maju, kuat dengan Al Qur'an. Umat ini hanya bisa maju, sukses, bahagia dengan petunjuk Allah SWT. Sebaliknya, umat ini tidak akan pernah maju, sukses, bahagia dengan mengabaikan Al Qur'an.

Sayang terkadang kita memahami laelatul Qadr dengan hanya shalat tahajjud sebanyak-banyaknya, dzikir sepanjang-panjangnya, shalat tasbih, dan berbagai bentuk ibadah lainnya. Sementara inti dari Laelatul Qadr berupa Al Qur'an kita abaikan. Dan dengan hikmah dari Puasa Ramadhan ini kita tetap terjaga oleh Al Qur’an yang sudah lama kita abaikan ajaran-ajarannya. Semoga dengan Puasa dan ibadah lain di Bulan Ramadhan ini telah memotivasi kita untuk mendalami Al Qur'an, dan mempraktekkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Saudara-Saudara sekalian, demikian lima poin indikator keberhasilan puasa kita. Kalau satupun dari lima ini belum ada pada diri kita di masa mendatang, tentu kita patut menyesal. Semoga Kita telah kembali bersih dan suci seperti bayi yang baru lahir. Mari kita buka lembaran kehidupan baru ini senantiasa melikus dengan tinta emas yaitu dengan akhlaq dan perbuatan yang Mulia. Saudaraku, Dalam merayakan Kemenangan ini mari Kita berharap semoga kita ini tidak dengan tradisi jahiliyah, seperti minum-minuman keras dll yang justru malah melecehkan Puasa Ramadhan dan Al Qur’an. Tetapi dengan rasa khusuk dan syukur dan makan makanan yang halal. Semoga kita masih hidup di masa depan dan bertemu kembali dengan Bulan Ramadhan, sehingga kita bisa semakin meningkatkan kualitas ibadah kita. Semoga puasa kita diterima Allah swt dan semoga dosa-dosa kita telah diampuni olehNya. Amin ya rabbal’alamiin

Allahu Akbar- Allah Akbar- Allahu Akbar 3X
Allahu Akbar walillahilhamd
Ikhwanul Muslimin yang berbahagia.

Akhirnya, marilah kita menundukkan hati kita ke hadirat Allah SWT, memohon ridha dan perkenanNya.

Bismillahirrohmannirrohiim…
Allohuma soli’ala muhammad wa’ala ali Muhammad
Alhamdulillahirrobil’alamin

Segala puji kami haturkan hanya bagimu
Yang awal tanpa ada yang mengawali…
Yang Akhir tanpa ada yang mengakhiri…
Yang tak terlihat oleh pandangan orang yang memandang
Yang tak tergambar oleh bayangan orang yang membayangkan
Engkau ciptakan segala makhluk dengan segala kekuasaanMU
Engkau ciptakan segala sesuatu dengan kehendakMU

Segala puji hanya milikMU Ya Allah…
Yang memberi kepada kami kemampuan untuk mensyukuri nikmatMU
Yang membuka bagi kami segala pintu-pintu ilmu Ke-IlahianMU

Ya Allah,
Gerakkanlah hati kami disetiap saat kami mendengar dan menyebut namamU
Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang selalu sabar dan ikhlas
Jadikanlah kami sebagai golongan orang-orang yang pandai bersyukur
Mudahkanlah urusan dakwah kami dalam mengenalkan islam kepada yang belum mengenalnya

Ya Allah,
Lapangkanlah kecerdasanku, mudahkanlah untukku urusanku
Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataannku

Ya Allah,
Masukanlah kami ke gerbang kebenaran dan keluarkanlah kami lewat gerbang kebenaran pula
Berikanlah kami kekuatan yang dapat menolongku

Ya Allah,
Jauhkanlah kami dari sifat iri dan dengki
Jauhkanlah kami dari sifat mengumpat dan mencela
Jauhkanlah kami dari bahaya lisanku
Jauhkanlah kami dari berbagai penyakit hati

Wahai dzat yang membolak balikkan hati
Tetapkanlah hati kami terhadap agamMU
Serta jadikanlah kami orang yang selalu taat kepadaMU
Maha suci Engkau ya Allah, sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang dholim
maka ampunilah kami

Ya Allah,
Janganlah engkaunhukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan
Janganlah engkau bebani kami dengan beban yang berat
Sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami

Ya Allah ya Tuhan kami,
Janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya
Maafkanlah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.
Engkau pelindung kami, maka tolonglah kami dalam menghadapi orang-orang kafir

Ya Allah,
Ampinilah segala dosa dosa kami dan segala dosa kedua orang tua kami
Ampunilah dosa dosa anak dan istri kami dan saudara-saudara kami
Dari dosa yang dhohir maupun yang batin
Dosa yang nyata maupun yang samar-samar
Dosa yang besar maupun dosa yang kecil
Dosa yang dahulu maupun dosa yang kemudian

Segala puji hanya bagimu ya Allah..,
Dengan segenap pujian yang dikumandangkan oleh para Malaikat dan para Makhluk yang dimulyakan

Segala puji hanya kepadaMU Ya Allah…
Atas segala nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami, Hamba-hambaMU yang telah mendahului yang sekarang dan yang akan datang kemudian

Segenap pujian kami haturkan, Sebagai penghubung untuk mentaati dan meminta ampunaMU
Sebagai penyebab memperoleh Ridho pengantar jalan menuju SurgaMU Ya Allah…
Segala puji bagiMU Ya Allah…
Engkau ciptakan kami sebagai hambaMU dan sebagai umat Nabi Muhammad saw, KekasihMU

Ya Allah, ya Tuhan kami, berikanlah kami kekuatan serta kemampuan untuk melangkah ke depan,  dimana kami akan tersesat tanpa petunjukMu, kami akan merugi tanpa ridha dan tuntunanMu.

Ya Allah, ya Tuhan kami, curahilah kami dengan rahmat dan nikmatMu, sinarilah hati kami dengan cahayaMu. Berikanlah kami bimbingan untuk dapat berjalan dijalanMu. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan yang Engkau ridhai. Berilah kami kemampuan untuk mengikuti jalan yang lurus itu ya Allah.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-oran yang Engkau karuniai dengan keimanan dan ketaqwaan yang kokoh kepadaMu, sehingga kami mampu melawan segala tantangan dan hambatan.
Rabbana atina fiddunya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina’adhabannar”

Wabillahitaufik wal hidayah,
Wassalamu ‘alaikum warakhmatullahi wa barakatuh