Minggu, 02 September 2012

FORMULA PERHITUNGAN POSISI DENGAN BENDA ANGKASA


FORMULA HITUNG PELAYARAN

GMT duga                                 
Bujur Dalam Waktu (BDW)
GHA ᴕ (aries)
Increment
SHA ★
BUJUR                                             =
LHA

P






+
Waktu duga kapal saat pengambilan posisi
Bujur : 15
Dicari dalam Almanak Nautika (Tanggal saat penilikan )
Menit dari GMT (Cari di Almanak Nautika Lembar kuning )
Nilai SHA dari Bintang yang dibaring .. Almanak Nautika
Bujur Pada saat penilikan




LHA - 360



+

Log sin v p
Log cos Lintang
Log cos declinasi                          =
Log term II
Term II
1-cos P = log = + 10 =
Log cos l + 10 =
Log cos dec + 10 =



Shift log term-II =       ……………….  30 = 1,…….



Lintang
Delinasi                                          =
Lintang ± Declinasi

                                                            29 = 0,…….

                                                            28 = 0,0…..




±


Jika lintang & declinasi SENAMA = Dikurangi

Jika lintang & declinasi TIDAK SENAMA = Ditambah


Cos lintang ± Declinasi
Term II                                         =
Sin tinggi hitung ( th )
Tinggi hitung ( th )


-




Sift sin th

Tinggi ukur ( tu )
Koreksi  tinggi



Koreksi index                             =
Tinggi sejati (ts)
Tinggi hitung(th)                       =



Hasil pengukuran dengan Sextan

Daftar Ilmu Pelayaran ( DIP ) Berdasarkan tinggi mata & tinggi ukur

Bintang dengan tinggi ukur = DIKURANGKAN

Matahari dengan tinggi ukur = DITAMBAHKAN

DIP (Matahari) ----- Daftar V , (Bintang) ----- Daftar VI
+



-
Cos P X Cos L x cos Dec ± sin L x sin Dec = shift sin = shift drajat
p

Jika L & Dec SENAMA = ( - ) , jika L & Dec  tdk SENAMA = ( + )

A                                                  =
B                                                  =
C                                                  =



Tg lintang : tg declinasi              Daftar XI ( DIP )

Tg declinasi : sin P                       Daftar XI ( DIP )

Daftar XII ( DIP )

Jika lintang & dec senama p<900 ambil A-B (Tumpul ) atau B-A (lancip)

Jika p>900 ambil A+B (Lancip)

Jika lintang & declinasi tidak senama = A+B Tumpul
T ( True )

Penamaannya berdasarkan Lintang & P

Shift tg (1: (( C x cos l )) =

FORMULA LTH ( LINTANG TENGAH HARI )



DAFTAR
HITUNGAN
PENJELASAN CARA PENGHITUNGAN
MERPASS
BDW
GMT                                = -
ZT ( Beda waktu )          = +
⊙ Berembang

Tinggi ukur
Koreksi  tinggi
Koreksi tanggal
Koreksi index
Koreksi kaca berwarna = +
Tinggi sejati (ts) ⊙
N (Nadir)

Declinasi
d koreksi                         = -
Dec Corrected
N                                       = -
12 – 04.000      01/07
Almanak Nautika
08 – 22.032
Bujur : 15
03 – 41.570
Jam UTC
8
Beda waktu ( GMT+08.00 )
11 – 41.570
Posisi matahari tepat di bagian atas

54 – 03.05
Didapat dari pengukuran Sextan
(+)    11.80
⊙ matahari = + , ★ bintang = - Berdasar TM & TH
(-)       0.30
Daftar ilmu pelayaran --- DAFTAR V
(+)      4.00
Daftar ilmu pelayaran
(-)       1.50
Daftar ilmu pelayaran
54 – 17.50

35 – 42.50
90 – tinggi sejati (ts)

23 – 06.80      01/07
Berdasar jam GMT
           0.1

23 – 06.70

35 – 42.50
90 – tinggi sejati (ts)
LTH (Lintang tengah hari)
12 – 35.80


Penjelasan pencarian d koreksi :

Dicari pada Almanak bagian bawah Kolom Declinasi = 0.2
Dilihat di DIP Increment pada menit GMT = 4, LIHAT nilai 0.2 à lihat 0.1 maka koreksi = 0.1
Notasi +/- dilihat di Almanak Nautika à Notasi kebawah , sehingga tandanya (-)

Penjelasan pencarian koreksi tinggi dengan Interpolasi :       Nilai tinggi ukur : 54 – 03.05





Posisi jam 12.00 :

Jarak = 12 Knot x 6 jam = 72 NM

△lintang = JAUH x cos lintang ( 12 – 30.6 S )
                = 72 x 0.97625
                = 70.29059


△bujur   = JAUH x sin Haluan
               = 72 x sin 333
               = (-) 32.687

Tto         =  12 – 30.6 S    -    125 – 30.8 E
△l/△b    =   01 – 04.2 S    -               33.4 B 
Tti          =  11  - 26.4 S    -     124 – 57.4 T


Tangis Terakhir Rasulullah SAW


Tiba-tiba ada ucapan salam. “Boleh saya masuk?” lelaki itu
bertanya. Namun Fatimah tidak mengizinkannya masuk
ruangan. “Maaf, ayah saya sedang sakit, “kata Fatimah. Ia
berbalik kembali dan menutup pintu.
Nabi Muhammad saw. membuka matanya dan bertanya,
“Siapa dia, putriku?”
“Aku tidak tahu ayah. Ini pertama kali aku melihatnya,”
kata Fatimah lembut.
“Ketahuilah putriku, dia adalah orang yang menghapuskan
kenikmatan sementara! Dialah yang menceraikan
persahabatan di dunia. Dialah sang Malaikat Maut,” kata
Rasulullah saw.
Fatimah menahan genangan air matanya.
Malaikat maut datang kepada-Nya, tetapi Rasulullah saw.
bertanya mengapa Jibril tidak datang bersamanya.
Kemudian Rasulullah saw. menatap putrinya dengan
pandangan nanar, seolah-olah ia tak ingin kehilangan
setiap bagian dari wajah putrinya.
Kemudian, Jibril dipanggil. Jibril sebenarnya telah siap dia
langit untuk menyambut ruh Rasulullah sang pemimpin
Bumi.
“Wahai Jibril, jelaskan kepadaku tentang hak-hakku di
hadapan Allah!”, Rasulullah saw. meminta dengan suara
yang sangat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka. Para malaikat sedang
menunggu ruh Anda. Semua pintu Surga terbuka luas
menunggu Anda” kata Jibril.
Namun, kenyataannya, jawaban itu tidak membuat
Rasulullah saw. lega.
Matanya masih penuh kekhawatiran.
“Anda tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril.
“Ceritakan tentang nasib umatku di masa depan?” kata
Rasulullah saw.
“Jangan khawatir, wahai Rasulullah, saya mendengar Allah
berkata:” Aku haramkan Surga untuk semua orang,
sebelum umat Muhammad memasukinya, ” kata Jibril.
Waktu bagi malaikat Izrail melakukan pekerjaannya
semakin dekat dan dekat.
Perlahan-lahan, ruh Rasulullah saw. dicabut.
Tampak tubuh Rasulullah saw. bermandikan peluh, saraf
lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit ini!” Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasalam sallalahu mengerang dengan perlahan.
Fatimah memejamkan mata, Ali yang duduk di
sampingnya tertunduk dalam dan Jibril pun memalingkan
mukanya.
“Apakah aku sedemikian menjijikkan sehingga engkau
memalingkan muka wahai Jibril?” Rasulullah saw.
bertanya.
“Siapa yang bisa tahan melihat Kekasih Allah di ambang
sakaratul mautnya?” kata Jibril.
“Bukan untuk berlama-lama,” kemudian Rasulullah saw.
mengerang karena sakit yang tak tertahankan.
“Ya Allah betapa besar Sakaratul maut ini. Berikan
kepadaku semua rasa sakit, tapi jangan untuk
Umatku. ”
Tubuh Rasulullah saw. mendingin, kaki dan dadanya tidak
bergerak lagi.
Dengan berlinang air mata, bibirnya bergetar seakan ingin
mengatakan sesuatu.
Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw., “Jagalah
shalat dan jagalah orang-orang lemah di antara
kamu .”
Di luar ruangan, ada tangisan, ada kegaduhan. Para
sahabat saling berpelukan. Fatimah menutup wajahnya
dengan kedua tangan.

Sekali lagi, Ali mendekatkan telinganya ke Rasulullah saw.
dan dengan mulut yang telah membiru serta air mata
berlinang, Rasulullah berucap lirih: “Ummatii , Ummatii,
Ummatii…” “ Umatku, umatku, umatku…“
 —